KALIMANTAN UTARA — Rencana perampingan ini mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Direksi PLN dengan Danantara Indonesia, badan pengelola investasi pemerintah. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci utama transformasi ini.
"Transformasi ini penting agar PLN bisa mendukung ketahanan energi nasional secara lebih efektif," ujar Dony dalam keterangan resminya pada Minggu (7/6/2026).
Dari 44 Entitas ke 23: Strategi Konsolidasi dan Divestasi
Proses perampingan di tubuh PLN akan dilakukan melalui tiga metode utama. Pertama, konsolidasi unit bisnis yang memiliki fungsi serupa untuk menghindari tumpang tindih operasional. Kedua, divestasi atau pelepasan kepemilikan pada anak usaha yang tidak berkaitan dengan kelistrikan. Ketiga, restrukturisasi portofolio untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping dan lincah.
Dengan struktur yang lebih sederhana, PLN berharap dapat memotong jalur birokrasi internal yang selama ini menghambat pengambilan keputusan. Target ambisius ini dicanangkan dalam rentang waktu 2026 hingga 2028.
Peta Jalan Kelistrikan 2025-2034 Jadi Acuan
Selain membahas perampingan, pertemuan tersebut juga mengevaluasi progres pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034. Dokumen ini menjadi peta jalan krusial yang menentukan arah pengembangan sektor ketenagalistrikan Indonesia selama satu dekade ke depan.
PLN memaparkan sejauh mana transformasi perusahaan telah berjalan, termasuk kesiapan infrastruktur untuk mendukung target bauran energi baru terbarukan (EBT). Dengan struktur perusahaan yang lebih ramping, diharapkan setiap keputusan strategis dapat dieksekusi lebih cepat.
Pupuk Indonesia Juga Ikut Merampingkan Portofolio
PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi sorotan lain dalam gelombang perampingan BUMN ini. Perusahaan pupuk pelat merah itu berkomitmen menyederhanakan struktur organisasi melalui metode serupa: konsolidasi, divestasi, dan restrukturisasi portofolio. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional di tengah tekanan harga komoditas global.
Pemerintah menilai bahwa BUMN dengan struktur yang terlalu gemuk kerap mengalami tumpang tindih fungsi dan pemborosan biaya operasional. Dengan perampingan ini, ekosistem BUMN diharapkan lebih sehat dan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Program perampingan anak usaha ini menjadi bagian dari transformasi besar BUMN yang terus didorong pemerintah sejak tahun lalu. Fokusnya bukan sekadar mengurangi jumlah entitas, tetapi memastikan setiap perusahaan pelat merah benar-benar berkonsentrasi pada core business masing-masing.