NUNUKAN — Insiden kebocoran tabung gas di Kampung Pukat, Nunukan Utara, pada Jumat (29/5) hampir berujung petaka. Warga setempat menyebut kejadian ini menjadi alarm betapa rentannya permukiman mereka tanpa kehadiran pos pemadam kebakaran (Damkar) yang aktif.
Pos Damkar Nonaktif, Warga Khawatir Jika Kebakaran Meluas
Ketua RT setempat mengungkapkan kekhawatiran serius pasca-insiden tersebut. Menurutnya, pos Damkar di Kampung Pukat sudah lama tidak berfungsi, padahal lokasinya strategis untuk merespons cepat kejadian darurat di kawasan padat penduduk.
"Kami bersyukur kebocoran gas itu cepat ditangani warga. Tapi kalau sampai api membesar, kami tidak punya alat dan personel yang siap 24 jam," ujar Ketua RT yang enggan disebutkan namanya.
Waktu Tanggap Darurat Bisa Terlambat
Jika kebakaran benar-benar terjadi, warga harus menunggu bantuan dari pos Damkar utama yang jaraknya cukup jauh. Keterlambatan penanganan di menit-menit awal kerap menjadi penentu antara kebakaran kecil dan bencana besar yang meludeskan puluhan rumah.
Kondisi ini diperparah dengan akses jalan di Kampung Pukat yang relatif sempit. Mobil pemadam dari luar kampung dipastikan kesulitan bermanuver jika situasi sudah darurat.
Desakan Warga: Hidupkan Kembali Pos Damkar
Ketua RT setempat berharap Pemerintah Kota Nunukan segera mengaktifkan kembali pos Damkar di kampung mereka. Ia menekankan bahwa keberadaan pos tersebut bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar untuk keselamatan warga.
"Kami minta pemkot serius. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru bergerak. Pos ini dulu ada, kenapa tidak difungsikan lagi?" tegasnya.
Fakta Singkat: Risiko di Kampung Pukat
- Pos Damkar di Kampung Pukat telah nonaktif dalam beberapa waktu terakhir.
- Kampung Pukat merupakan kawasan permukiman padat di Nunukan Utara.
- Insiden kebocoran tabung gas pada Jumat (29/5) hampir memicu kebakaran besar.
- Jarak pos Damkar utama dinilai terlalu jauh untuk respons cepat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran atau Pemerintah Kota Nunukan terkait rencana pengaktifan kembali pos Damkar di Kampung Pukat. Warga berharap insiden kebocoran gas ini menjadi pelajaran berharga bagi pemkot untuk segera bertindak.