Indosat Hubungkan 160 Masjid di 5 Provinsi Kalimantan Lewat Program Masjid Berdaya

Penulis: Kemal Batubara  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:26:02 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan akses internet melalui HiFi Air untuk 160 masjid penerima manfaat yang tersebar di lima provinsi Kalimantan sejak Juni 2026. Program Masjid Berdaya menyasar masjid di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, termasuk wilayah perbatasan seperti Malinau, Nunukan, dan Kapuas Hulu. Konektivitas itu dipakai mendukung kegiatan belajar, berbagi pengetahuan, dan interaksi lintas komunitas di masjid.

TANJUNG SELOR — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjalankan Program Masjid Berdaya dengan menghadirkan konektivitas internet bagi 160 masjid di lima provinsi Kalimantan. Akses internet disalurkan lewat HiFi Air untuk menopang peran masjid sebagai ruang komunitas lintas generasi.

Cakupan penerima manfaat meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sejumlah masjid di wilayah perbatasan juga masuk daftar, di antaranya Malinau, Nunukan, dan Kapuas Hulu.

Mengapa Masjid Jadi Titik Sambung Program

Di banyak daerah Kalimantan, masjid bukan sekadar tempat ibadah. Warga menjadikannya ruang belajar, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan antarwarga.

Eric Wilyanto, EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, menyebut peran masjid yang dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi alasan program ini dijalankan.

"Masjid memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui Masjid Berdaya, kami ingin konektivitas yang hadir benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan yang telah tumbuh di tengah komunitas, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan berbagi pengetahuan," kata Eric dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Selor, Sabtu.

Menurut Eric, teknologi dinilai lebih bermakna ketika mampu membantu masyarakat berkembang. "Bagi Indosat, teknologi akan semakin berarti ketika dapat membantu masyarakat berkembang dan membuka lebih banyak peluang bersama," ujarnya.

Jamaah di Titik Berbeda Bisa Ikut Kegiatan Bersamaan

Konektivitas yang dipasang menghubungkan sejumlah masjid dalam rangkaian aktivitas bersama. Jamaah dan komunitas dari lokasi berbeda dapat mengikuti kegiatan secara langsung tanpa harus berada di tempat yang sama.

Pola itu memungkinkan interaksi dan pertukaran pengetahuan antar masjid penerima manfaat berjalan lebih lancar. Kegiatan yang biasanya terbatas di satu lokasi kini bisa diikuti jamaah dari kota atau kabupaten lain.

Pengenalan AI hingga Literasi Digital di Masjid

Program Masjid Berdaya juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran. Salah satu materinya adalah pengenalan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI.

Lewat kegiatan pengembangan kapasitas, komunitas masjid dikenalkan pada pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan harian. Mulai dari mendukung proses belajar hingga membantu mencari dan mengolah informasi secara lebih produktif.

Indosat menyatakan akses internet yang dihadirkan tidak berhenti pada ketersediaan koneksi. Program ini juga diarahkan mendukung pengembangan minat, perluasan akses informasi, dan penguatan interaksi antarkomunitas.

Rencana Lanjutan

Dengan menjangkau 160 masjid di setiap provinsi di Kalimantan, Indosat akan terus bekerja bersama komunitas dan pemangku kepentingan. Pengembangan Masjid Berdaya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Langkah ini menjadi bagian dari tujuan Indosat memberdayakan Indonesia melalui teknologi, sekaligus memperluas manfaat digital lewat semangat #LebihBaikIndosat.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top