KALIMANTAN UTARA — Langkah ini diumumkan langsung oleh Presiden LG Energy Solution wilayah Amerika Utara, Robert Lee, di sela peresmian pabrik baru perusahaan di Lansing, Michigan, pada Selasa (18/8). Fasilitas yang baru diresmikan itu sebelumnya dipersiapkan untuk memproduksi sel baterai bagi Tesla dan Toyota Motor Corp, namun kini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sektor penyimpanan energi.
Dari total delapan pabrik yang beroperasi di Amerika Utara, LG Energy Solution menargetkan lima fasilitas akan memproduksi baterai ESS paling lambat akhir tahun ini. Perusahaan yang mengklaim diri sebagai produsen sel baterai terbesar di kawasan tersebut ini menilai pertumbuhan sektor ESS berada di luar perkiraan awal sehingga perlu respons cepat.
Perubahan lini produksi ini bukan sekadar memindahkan mesin. LG Energy Solution harus merancang formula kimia baru yang selama ini jarang digunakan, yaitu lithium iron phosphate (LFP). Baterai jenis ini memang memiliki kepadatan energi lebih rendah dibanding baterai berbasis nikel yang menjadi spesialisasi LG, sehingga jarak tempuh kendaraan listrik jadi lebih pendek. Namun dari sisi keamanan dan ketahanan, LFP dinilai unggul dan ideal untuk menyimpan pasokan listrik skala besar dari pembangkit.
Peralihan ke sektor ESS dinilai sebagai langkah penyelamatan bagi industri manufaktur baterai yang sudah telanjur menanamkan investasi puluhan miliar dolar untuk menyambut ledakan pasar kendaraan listrik yang tak kunjung datang. Konsultan Benchmark Mineral Intelligence memperkirakan permintaan baterai stasioner di Amerika Utara mencapai 76 gigawatt per jam (GWh) pada tahun ini.
Proyeksi tersebut memang akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 125 GWh dalam lima tahun ke depan. Sekalipun tumbuh signifikan, angka itu tetap tidak cukup untuk menutupi kelebihan kapasitas pabrik yang sudah dibangun untuk kebutuhan kendaraan listrik.
Meski fokus bergeser, LG Energy Solution tidak sepenuhnya meninggalkan bisnis baterai kendaraan listrik. Pabrik hasil patungan dengan General Motors di timur laut Ohio baru saja kembali mengaktifkan produksi sel baterai untuk mobil listrik GM pekan ini, setelah sempat berhenti beroperasi selama tujuh bulan.
Robert Lee menegaskan bahwa peralihan ini hanya persoalan waktu. "Kendaraan listrik akan kembali bangkit dan pada akhirnya akan mendominasi mayoritas kendaraan di Amerika Serikat. Ini semua benar-benar hanya soal waktu," ujarnya kepada Reuters, Kamis (20/8).
Bagi pasar otomotif global, keputusan LG Energy Solution ini menjadi sinyal bahwa transisi ke elektrifikasi berjalan lebih lambat dari prediksi. Produsen baterai kini memilih bertahan dengan memproduksi produk yang permintaannya nyata, sambil tetap menyimpan kapasitas untuk kembali ke lini kendaraan listrik saat waktunya tiba.