KALIMANTAN UTARA — Manajemen PSS Sleman memastikan kesiapan tim menatap kompetisi tertinggi musim depan dengan mengumumkan dua nama asing terakhir pada akhir pekan kemarin. Winger asal Jerman, Melvyn Lorenzen, diperkenalkan pada Jumat (31/7/2026), disusul gelandang asal Mali, Moussa Bagayoko, sehari berselang. Keduanya melengkapi daftar rekrutan anyar yang sebelumnya sudah diumumkan, seperti gelandang Jepang Hiromu Tanaka serta duet Brasil, Matheus Fornazari dan Pedro Caracoci.
Kabar baik datang dari lini depan. Gustavo Tocantins memastikan diri bertahan dan kembali menjadi tumpuan utama. Catatannya musim lalu terbilang gila: 24 gol dan 11 assist dari total 40 gol yang ia kumpulkan selama dua musim membela Super Elja. Angka tersebut resmi melewati torehan legenda klub, Marcelo Braga, yang berjumlah 36 gol.
Selain Tocantins, tiga pilar asing lain juga diperpanjang kontraknya, yaitu Lucao, Frederic Injai, dan Cleberson. Keempatnya merupakan arsitek keberhasilan PSS finis sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026 dan merebut tiket promosi. Sementara itu, dua nama yang sudah bergabung dalam latihan—winger Makedonia Utara Stefan Ashkovski dan bek Timnas Burundi Christophe Nduwarugira—belum diresmikan secara resmi.
Pelatih PSS, Pieter Huistra, buka suara mengenai komposisi skuad yang ia miliki. Pelatih asal Belanda itu menekankan pentingnya pemain serba bisa dalam skema permainannya. Ia tidak mau pemainnya terkunci pada satu posisi saja, terutama saat tim sedang membutuhkan perubahan strategi di tengah pertandingan.
"Saya menyukai pemain yang mampu bermain di lebih dari satu posisi. Bahkan, seorang striker pun harus memiliki kemampuan untuk mengisi posisi lain ketika dibutuhkan," ujar Huistra. "Sehingga tim memiliki lebih banyak pilihan dalam menerapkan strategi dan menghadapi berbagai situasi pertandingan," lanjutnya.
Dari sebelas amunisi impor yang ada, beberapa nama datang dengan jam terbang tinggi. Lorenzen pernah merasakan atmosfer Bundesliga bersama Werder Bremen, sementara Nduwarugira membawa status sebagai pemain reguler Timnas Burundi. Kombinasi pengalaman dan fleksibilitas ini diharapkan mampu membuat PSS tidak hanya sekadar bertahan di Super League, melainkan bersaing di papan atas.