KALIMANTAN UTARA — Wuling Motors resmi menambah lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui Aira EV. Mobil ini hadir sebagai micro EV 4 pintu yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat urban. Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, menyebut produk ini sebagai kado spesial di tahun kesembilan kehadiran mereka di Tanah Air.
Salah satu keunggulan utama Wuling Aira EV terletak pada dimensinya yang ringkas. Dengan panjang 3.268 mm, lebar 1.550 mm, dan tinggi 1.575 mm, mobil ini sangat mudah bermanuver di jalan permukiman, gang sempit, maupun area parkir bertingkat.
Meski bodinya kecil, konfigurasi empat pintu membuat akses keluar masuk penumpang jauh lebih praktis ketimbang micro EV dua pintu. Radius putarnya yang hanya sekitar 4,5 meter juga memudahkan pengemudi saat harus putar balik di ruang terbatas. Saat diuji di lingkungan perkotaan, mobil ini berbelok dengan lincah tanpa perlu ruang yang besar.
Masuk ke dalam kabin, ruang yang ditawarkan ternyata cukup lega. Penumpang dengan tinggi badan 170 cm masih bisa duduk nyaman, baik di baris depan maupun belakang. Kursi baris kedua bisa dilipat rata sehingga volume bagasi bertambah signifikan saat perlu membawa barang besar.
Interior Wuling Aira EV mengusung gaya modern dan minimalis. Dashboard dilengkapi head unit 10,1 inci yang mendukung koneksi Bluetooth untuk hiburan dan panggilan telepon. Panel instrumen digital 7 inci menampilkan informasi kendaraan secara informatif dan mudah dibaca. Lingkar kemudi multifungsi dan jok pengemudi dengan pengaturan 4 arah turut menunjang kenyamanan berkendara.
Wuling Aira EV ditenagai motor listrik berkekuatan 40 dk yang dipadukan baterai 25,1 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 300 kilometer dalam sekali pengisian daya, cukup untuk aktivitas harian seperti bekerja, mengantar anak sekolah, atau berbelanja tanpa khawatir kehabisan daya.
Karakter tenaga yang dihasilkan terasa linear dan tidak menghentak. Berbeda dengan mobil listrik lain yang cenderung agresif, Aira EV justru memberikan pengalaman berkendara yang santai dan mudah dikendalikan. Respons pedal gas terasa presisi sehingga mobil tidak melonjak saat pedal diinjak terlalu dalam—cocok untuk kondisi lalu lintas padat dan pengemudi pemula.
Selama sesi first drive, torsi instan khas kendaraan listrik disalurkan secara progresif. Hal ini membuat pengemudi merasa percaya diri sejak pedal akselerator pertama kali diinjak. Meski bukan mobil performa tinggi, tenaga yang dimiliki Aira EV sudah cukup untuk mengikuti arus lalu lintas perkotaan.