KALIMANTAN UTARA — Tekanan terhadap rupiah belum mereda. Berdasarkan data pasar pukul 10.00 WIB, mata uang Garuda terus merosot mendekati level psikologis Rp 18.100. Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar yang mencermati langkah intervensi Bank Indonesia ke depan.
Perbedaan harga jual dan beli dolar AS di bank cukup lebar, tergantung metode transaksi yang digunakan. Berikut rincian kurs di BCA, Bank Mandiri, dan BNI per pukul 10.00 WIB:
Nasabah yang bertransaksi valas melalui e-Banking akan mendapatkan kurs e-Rate yang lebih kompetitif dibandingkan transaksi tunai di counter. Namun, untuk nominal besar, disarankan menghubungi cabang untuk mendapatkan kepastian kurs.
Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan penguatan indeks dolar AS di pasar global. Ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish bank sentral AS masih menjadi faktor utama yang menarik modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat IHSG bergerak mixed—meski menguat tipis 0,20 persen, sentimen asing masih cenderung wait and see.
Kurs referensi Bank Indonesia (JISDOR) pagi ini juga diperkirakan akan mengikuti pergerakan pasar spot. Pelaku bisnis yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar AS disarankan untuk melakukan hedging guna mengantisipasi volatilitas lanjutan.
Bagi masyarakat yang hendak menukar rupiah ke dolar AS, perhatikan perbedaan kurs antarbank dan metode transaksi. Transaksi melalui e-Banking (e-Rate) biasanya memberikan spread lebih sempit dibandingkan transaksi tunai. Sementara itu, untuk kebutuhan perjalanan, kurs Bank Notes cenderung lebih mahal karena sudah termasuk biaya handling.
Bank Indonesia mewajibkan penyampaian dokumen underlying untuk transaksi valas di atas threshold tertentu. Pastikan dokumen pendukung seperti invoice atau kontrak sudah siap sebelum melakukan transfer dalam jumlah besar.