KALIMANTAN UTARA — Jakarta – Langkah Persija Jakarta di bursa transfer kali ini cukup menarik. Bukan sekadar menambah nama, Macan Kemayoran mendatangkan pemain yang tahu persis bagaimana rasanya mengangkat trofi. Kerim Memija, bek kanan berusia 31 tahun, resmi berseragam Persija dengan membawa modal tiga gelar juara Bosnian Premier League bersama HŠK Zrinjski Mostar.
Karier Memija di Eropa bukan tanpa bukti. Bersama Zrinjski Mostar, ia sukses merebut gelar juara pada musim 2021/2022, 2022/2023, dan 2024/2025. Ia juga pernah merumput di kompetisi Denmark dan Kroasia sebelum memutuskan mencoba tantangan baru di Asia.
Pengalaman panjang di kompetisi ketat Eropa itu yang membuat Persija percaya diri merekrutnya. Manajemen menilai ia bisa menjadi sosok panutan di lini belakang, terutama untuk menjaga konsistensi performa sepanjang musim.
Meski sudah mengoleksi tiga trofi, Memija mengaku ambisinya belum padam. Ia justru datang ke Jakarta dengan rasa lapar yang sama seperti pemain muda.
“Saya tidak pernah bosan meraih kemenangan. Saya selalu ingin menang dan memenangkan trofi. Saya berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Persija, membantu tim meraih banyak kemenangan, dan pada akhirnya membawa trofi untuk klub ini,” ujar Memija dalam pernyataan resmi yang dikutip dari persija.id.
Bermain di Jakarta bukan perkara mudah. Atmosfer sepak bola Asia berbeda dari Eropa, dan ekspektasi Jakmania selalu tinggi terhadap setiap pemain asing. Memija sadar betul bahwa statusnya sebagai eks pemain Eropa tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibuktikan di lapangan.
Ia memilih untuk tidak banyak bicara di media. Sebaliknya, ia berjanji akan berbicara lewat performa. “Saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Persija, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, yang terpenting adalah apa yang saya berikan di atas lapangan. Saya akan berjuang di setiap pertandingan dan melakukan segalanya untuk membantu Persija memenangkan liga musim ini,” tegasnya.
Di bawah komando tim pelatih, tugas utama Memija cukup jelas: menjaga area kanan pertahanan tetap kukuh. Dengan kombinasi ketenangan, kedisiplinan taktik khas Eropa, dan motivasi tinggi, Persija berharap sektor yang kerap menjadi titik lemah musim lalu kini punya solusi baru.
Manajemen dan Jakmania tentu berharap tuah juara yang melekat pada Memija bisa menular ke seluruh skuat. Target musim ini sudah jelas: kembali ke takhta juara Liga 1.