BMKG Tarakan Peringatkan Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kaltara, Nelayan dan Operator Kapal Diminta Waspada

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 21:23:31 WIB
BMKG Tarakan mengimbau nelayan dan operator kapal waspada gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Kaltara.

TARAKAN — Nelayan dan operator kapal di Kalimantan Utara diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di tiga titik perairan utama.

Tiga Perairan yang Berpotensi Terdampak Gelombang Tinggi

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Sulam Khilmi, menyebutkan wilayah yang perlu diwaspadai adalah Perairan Tanjung Selor, Perairan Tarakan, serta Perairan Nunukan–Sebatik. Kondisi ini dipicu pola angin dari arah barat hingga selatan dengan kecepatan 6 hingga 25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Perairan Tanjung Selor,” ujar Sulam dalam keterangan resminya.

Risiko Berdasarkan Jenis Kapal

BMKG merinci ambang batas risiko bagi pengguna transportasi laut. Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

“Pengguna transportasi laut perlu memperhatikan kondisi angin dan tinggi gelombang sebelum melakukan pelayaran,” kata Sulam.

Imbauan Keselamatan bagi Masyarakat Pesisir

Peringatan ini berlaku selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juli 2026. Sulam mengimbau nelayan, operator kapal, dan seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar.

“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda demi keselamatan,” tutupnya.

Masyarakat pesisir juga diminta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan saat berlayar. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memperbarui informasi jika terjadi perubahan signifikan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: headlinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top