TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mulai serius menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan untuk menambah pemasukan kas daerah. Sekprov Denny Harianto secara terbuka meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak lagi bekerja sendiri-sendiri.
“Keberhasilan daerah lain dapat menjadi pembelajaran bagi kita. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujar Denny di hadapan para aparatur sipil negara.
Denny menyoroti Kota Mojokerto, Jawa Timur, yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen. Angka itu melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Timur yang berada di angka 5,9 persen.
Yang menarik, Mojokerto hanya memiliki empat kecamatan dengan wilayah relatif sempit. Namun, kota itu mampu memaksimalkan potensi wisata sejarah untuk menggerakkan ekonomi warganya.
Dalam arahannya, Sekprov menekankan bahwa pengembangan sektor wisata tidak bisa dibebankan semata-mata pada Dinas Pariwisata. Sinergi lintas OPD dinilai mutlak diperlukan agar potensi yang ada bisa dioptimalkan.
“Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” tegas Denny.
Kalimantan Utara memiliki berbagai potensi wisata yang belum tergarap maksimal, mulai dari wisata alam hingga budaya lokal. Menurut Denny, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemetaan potensi secara menyeluruh.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid, sektor pariwisata bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Kaltara. Langkah konkret dari masing-masing OPD pun dinanti untuk merealisasikan target ini.