TARAKAN — Pengurangan jumlah penari dalam tarian kolosal Iraw Tengkayu 2026 tidak mengubah esensi pertunjukan yang mengakar pada tradisi Suku Tidung. Tokoh Budaya Suku Tidung Kota Tarakan, Datu Norbeck, mengakui kemeriahan panggung sedikit berkurang, tetapi persiapan tetap dimaksimalkan berkat pengalaman penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
“Memang sangat mempengaruhi, tapi karena ini sudah berkali-kali kita lakukan, terutama saya, jadi ada pengalaman. Pengalaman itu yang mempermudah pekerjaan berikutnya. Memang ada rasa yang kurang,” ujarnya.
Datu Norbeck memastikan koreografi tarian kolosal tahun ini berbeda dari edisi sebelumnya. Rangkaian gerakan tetap bersumber pada tiga kesenian utama Tidung: Joget Melayu Tidung, Jepin, dan Kelintangan.
Bagian pertama bertajuk Iluk Tengkayu yang berasal dari Joget Melayu Tidung, menggambarkan kegembiraan masyarakat pesisir yang bersukaria di malam terang bulan. Bagian kedua, Kelibambang, berarti kupu-kupu dan menjadi simbol keindahan alam melalui gerakan menikmati beterbangan serangga. Sementara bagian ketiga, Iluk Rambai, diangkat dari kesenian Kelintangan dengan lagu Titik Rambai yang merekam aktivitas para perempuan dalam keramaian.
“Setiap pelaksanaan kita bikin koreografi yang tidak sama dengan sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Datu Norbeck, meskipun konsep koreografi diperbarui setiap tahun, nilai filosofis yang diangkat tidak pernah bergeser. Tiga pilar utama tetap menjadi fondasi: hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Yang Maha Kuasa.
“Intinya selalu ke sana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penari utama sebanyak 37 orang berasal dari Sanggar Budaya Tradisional Paguntaka. Sisanya merupakan pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kota Tarakan yang masing-masing sekolah mengirimkan sekitar 10 hingga belasan peserta.
Secara konsep, seluruh persiapan telah rampung. Saat ini panitia hanya tinggal melakukan penyesuaian di lokasi pelaksanaan di kawasan Amal menjelang pementasan.
“Untuk konsep sudah, tinggal penyesuaian tempat. Mulai besok menyesuaikan di Amal,” pungkasnya.