Rupiah Tembus Rp 17.864, BCA dan Mandiri Patok Kurs Jual di Atas Rp 17.900

Penulis: Kemal Batubara  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 11:22:01 WIB
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per dolar AS di pasar spot pagi ini.

Kurs Jual Bank Lebih Tinggi dari Pasar Spot

KALIMANTAN UTARA — Meski rupiah di pasar spot melemah ke Rp 17.864, kurs jual di perbankan masih lebih tinggi. BCA mematok kurs jual e-Rate di Rp 17.898 per dolar AS. Sementara TT Counter dan Bank Notes berada di level Rp 17.940. Mandiri memasang kurs jual TT Counter dan Bank Notes pada Rp 17.940 per dolar AS, dengan Special Rate untuk transaksi di atas ekuivalen 25.000 dolar AS di Rp 17.895. BNI menawarkan kurs jual TT Counter di Rp 17.940 dan Bank Notes di Rp 17.925.

Spread Tipis, Likuiditas Ketat

Spread antara kurs beli dan jual di ketiga bank tergolong sempit, berkisar antara Rp 20 hingga Rp 250. Hal ini mengindikasikan likuiditas valas yang ketat di pasar domestik pagi ini. Berikut rincian kurs di tiga bank pada pukul 09.38 WIB:

BCA:
e-Rate: Beli Rp 17.878 / Jual Rp 17.898
TT Counter & Bank Notes: Beli Rp 17.690 / Jual Rp 17.940

Mandiri:
Special Rate: Beli Rp 17.865 / Jual Rp 17.895
TT Counter: Beli Rp 17.640 / Jual Rp 17.940
Bank Notes: Beli Rp 17.625 / Jual Rp 17.925

BNI:
TT Counter: Beli Rp 17.640 / Jual Rp 17.940
Bank Notes: Beli Rp 17.625 / Jual Rp 17.925

Rupiah Melemah, IHSG Menguat: Fenomena Berlawanan

Fenomena menarik terjadi pagi ini: rupiah melemah, namun IHSG menguat. Pemisahan arah ini menunjukkan investor asing belum melakukan aksi jual besar-besaran di pasar saham meski dolar AS menguat. Sebaliknya, tekanan terhadap rupiah lebih banyak berasal dari permintaan valas korporasi untuk pembayaran impor dan utang luar negeri yang jatuh tempo.

Dampak bagi Pelaku Bisnis dan Investor

Bagi importir, pelemahan rupiah ke Rp 17.864 berarti biaya pengadaan barang dari luar negeri semakin mahal. Mereka harus mengalokasikan lebih banyak rupiah untuk setiap dolar yang dibutuhkan. Sebaliknya, eksportir diuntungkan karena penerimaan dalam dolar AS bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.

Bagi investor, spread tipis antara kurs beli dan jual di bank menjadi sinyal likuiditas yang ketat. Disarankan untuk mengunci kurs transaksi lebih awal jika memiliki kebutuhan valas dalam waktu dekat, karena volatilitas masih tinggi.

Catatan Penting Transaksi Valas

Kurs yang dipublikasikan bank merupakan kurs indikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk transaksi dengan nominal besar, nasabah disarankan menghubungi cabang bank terkait untuk mendapatkan kurs khusus. Seluruh transaksi valas juga wajib memenuhi ketentuan underlying sesuai aturan Bank Indonesia.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top