KALIMANTAN UTARA — Mata uang Garuda bergerak seirama dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Yen Jepang turun 0,14 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen, dan won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,71 persen. Yuan China dan peso Filipina juga tak luput dari tekanan, masing-masing melemah 0,02 persen dan 0,18 persen.
Tak hanya Asia, penguatan dolar AS juga menekan mata uang utama negara maju. Euro Eropa terkoreksi 0,12 persen, poundsterling Inggris turun tipis 0,01 persen, dan franc Swiss menjadi yang terlemah dengan pelemahan 0,27 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada juga kompak berada di zona merah.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan berkonsolidasi di rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS. Menurutnya, ada tiga sentimen utama yang saat ini diperhatikan pelaku pasar.
"Investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS-Iran yang masih limbung. Selain itu investor juga mengantisipasi data penting domestik besok yaitu inflasi dan perdagangan. Harga minyak yang sudah menurun bisa mendukung rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/6).
Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebutkan, ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi beban utama.
"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah," kata Ramdan pada Jumat (29/5).
Di sisi lain, BI mencatat adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman. Kebutuhan ini berasal dari pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen, sementara arus masuk dolar AS ke dalam negeri masih terbatas.
Menghadapi situasi ini, BI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di pasar. Lembaga moneter tersebut akan menggunakan berbagai instrumen intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," tegas Ramdan.
Investasi mengandung risiko.