NUNUKAN — Ribuan warga Nunukan memadati kawasan wisata Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Nunukan (Sae Lanuka) pada H-2 Hari Raya Iduladha. Destinasi yang terletak di lingkungan lembaga pemasyarakatan itu menjadi pilihan utama warga untuk menghabiskan liburan bersama keluarga.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan dan pejalan kaki mengular sejak pagi hari. Area parkir penuh, sementara pengunjung tampak antusias menikmati berbagai wahana dan pemandangan alam yang tersedia di kawasan tersebut.
Sae Lanuka dikenal sebagai destinasi wisata yang unik karena dikelola oleh Lapas Nunukan. Tempat ini menyediakan ruang terbuka hijau, taman, dan area edukasi yang memadukan konsep rekreasi dengan pembinaan narapidana.
Beberapa wahana yang paling diminati antara lain taman bermain anak, spot foto instagramable, serta area kuliner yang menyajikan aneka makanan khas Nunukan. Suasana asri dan sejuk menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang ingin melepas penat.
"Kami sengaja memilih Sae Lanuka karena tempatnya bersih, aman, dan cocok untuk anak-anak. Suasananya juga berbeda dari tempat wisata lain," ujar salah seorang pengunjung yang berlibur bersama tiga anaknya.
Kehadiran ribuan pengunjung berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang berjualan di area Sae Lanuka kebanjiran pembeli selama libur Iduladha.
Pengelola Lapas Nunukan menyebut bahwa kawasan ini sengaja dirancang sebagai sarana asimilasi bagi warga binaan sekaligus membuka lapangan usaha bagi masyarakat. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas.
Lonjakan pengunjung pada libur Iduladha tahun ini menjadi indikator bahwa Sae Lanuka semakin dikenal sebagai destinasi wisata alternatif di Nunukan. Pengelola berencana menambah fasilitas pendukung guna mengakomodasi minat warga yang terus meningkat.