TARAKAN — Seorang jamaah calon haji asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara, meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah. Peristiwa ini terjadi dalam beberapa hari terakhir dan menambah daftar jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Jamaah yang tutup usia tersebut diketahui tergabung dalam kelompok terbang (kloter) asal Kalimantan Utara. Pihak petugas haji di Makkah telah melakukan proses penanganan jenazah sesuai prosedur yang berlaku bagi jamaah yang wafat di Tanah Suci.
Petugas haji Indonesia di Makkah memastikan seluruh proses pemulasaraan jenazah berjalan sesuai aturan. Jenazah jamaah yang wafat di Makkah akan dimandikan, dikafani, dan disalatkan sebelum dimakamkan di pemakaman khusus jamaah haji. Proses ini dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk oleh otoritas Arab Saudi.
Kabar meninggalnya jamaah asal Tarakan ini disampaikan kepada pihak keluarga di Tanah Air melalui kanal resmi petugas haji. Keluarga diberikan informasi mengenai lokasi pemakaman dan prosedur administratif yang harus dilengkapi.
Meskipun ada satu jamaah yang wafat, seluruh rangkaian ibadah haji bagi jamaah asal Kalimantan Utara lainnya tetap berjalan normal. Para jamaah yang masih sehat telah bersiap menuju Arafah untuk menjalani wukuf, puncak ibadah haji yang menjadi rukun utama.
Petugas haji mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem di Makkah. Suhu udara yang mencapai 40 derajat Celsius lebih menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah lanjut usia atau yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan tambahan mengenai jamaah haji asal Kalimantan Utara yang wafat di Tanah Suci. Petugas haji terus memantau kondisi seluruh jamaah dan siap memberikan pendampingan medis jika diperlukan.