TANA TIDUNG — Bupati Kabupaten Tana Tidung, Ibrahim Ali, melakukan audiensi dengan Konsul Kehormatan Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito, di Kantor Consulare General of Seychelle. Pertemuan itu membahas potensi kerja sama perdagangan karbon antara Tana Tidung dan negara kepulauan di Samudra Hindia tersebut.
Dalam pertemuan itu, Ibrahim Ali menyampaikan bahwa Tana Tidung memiliki potensi besar di sektor lingkungan, khususnya hutan dan lahan gambut yang bisa dimanfaatkan untuk proyek carbon credit. “Kami ingin belajar dari Seychelles yang sudah lebih dulu mengelola perdagangan karbon,” ujarnya.
Nico Barito menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai Tana Tidung memiliki peluang strategis karena berada di kawasan Kalimantan yang kaya akan sumber daya alam.
Kerja sama ini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru tanpa harus mengeksploitasi hutan secara besar-besaran. Program carbon credit memungkinkan pemerintah daerah menjual jasa penyerapan karbon dari hutannya kepada perusahaan atau negara lain yang membutuhkan kompensasi emisi.
Bagi Tana Tidung, langkah ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong ekonomi hijau. “Ini peluang besar untuk membangun daerah tanpa merusak alam,” kata Ibrahim Ali.
Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan ini dengan pertemuan teknis. Pemerintah Kabupaten Tana Tidung akan menyiapkan data potensi hutan dan lahan gambut yang bisa dijadikan proyek percontohan.
Seychelles sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang aktif dalam perdagangan karbon global. Negara kepulauan itu telah menjalankan skema carbon credit untuk melindungi hutan mangrove dan terumbu karangnya.
Bupati berharap kerja sama ini bisa mulai dirumuskan dalam beberapa bulan ke depan. “Kami optimistis, ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Tana Tidung,” pungkasnya.