TARAKAN — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara tidak hanya mengandalkan sosialisasi untuk mendigitalisasi UMKM. Lembaga itu menjalankan setidaknya lima program pemberdayaan yang menyasar aspek kapasitas usaha, pembayaran digital, hingga akses pembiayaan dan ekspor.
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan digitalisasi kini menjadi kebutuhan mendasar. Pola transaksi masyarakat yang bergeser ke digital memaksa UMKM beradaptasi agar produknya tetap relevan dan mampu menjangkau pasar lebih luas.
“Sekarang pola transaksi masyarakat terus berubah ke arah digital. Jadi UMKM juga harus bisa beradaptasi supaya produknya lebih mudah dipasarkan,” ujarnya.
Salah satu ujung tombak digitalisasi adalah perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). BI tidak hanya mendorong pemasangan QRIS di lapak, tetapi juga mengintegrasikannya dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang di Kaltara.
“Penggunaan QRIS ini bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu UMKM masuk ke ekosistem ekonomi digital yang sekarang terus berkembang,” kata Hasiando.
Selain pembayaran digital, BI juga memfasilitasi business matching pembiayaan. Program ini mempertemukan pelaku UMKM dengan perbankan dan lembaga pembiayaan agar permodalan tidak lagi menjadi hambatan utama.
“Kami juga terus mendorong agar UMKM di Kaltara memiliki akses pembiayaan yang lebih luas. Dengan begitu, pelaku usaha bisa meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usahanya,” jelas Hasiando.
Untuk pasar ekspor, BI memberikan pendampingan dan penguatan kualitas produk. Langkah ini diambil agar produk lokal Kaltara tidak hanya memenuhi standar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.
Secara rinci, BI menjalankan sejumlah program pemberdayaan di Kaltara, antara lain:
Tak hanya itu, pengembangan pertanian digital dan berkelanjutan juga menjadi fokus untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha di sektor pangan. BI berharap UMKM di Kaltara semakin adaptif terhadap perubahan dan memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di pasar lokal maupun global.