Bank Indonesia Temukan 8 Lembar Uang Palsu di Kaltara, Didominasi Pecahan Rp100 Ribu

Penulis: Galih Prayoga  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:13:45 WIB
Bank Indonesia menemukan delapan lembar uang palsu di Kalimantan Utara pada empat bulan pertama 2026.

TARAKAN — Tercatat tujuh lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan satu lembar pecahan Rp50 ribu beredar di Kalimantan Utara dalam empat bulan pertama tahun ini. Meski jumlahnya terbilang kecil dibanding total uang tunai yang beredar, BI mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat transaksi langsung dengan nominal besar.

"Secara umum jumlah temuannya masih relatif kecil. Namun masyarakat tetap perlu waspada dan lebih teliti saat menerima uang tunai," ujar Hasiando dalam keterangan resminya.

Modus dan Imbauan BI: Waspada di Pasar dan Transaksi Malam Hari

Hasiando mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat bertransaksi di pasar, pusat keramaian, atau pada malam hari. Menurutnya, momen-momen tersebut rawan menjadi sasaran peredaran uang palsu karena kondisi yang kurang kondusif untuk melakukan pemeriksaan secara teliti.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama pada transaksi langsung yang melibatkan uang pecahan besar," kata dia.

Cara Bedakan Uang Asli dan Palsu: Metode 3D dari BI

Bank Indonesia terus mengedukasi masyarakat mengenai ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Dengan metode ini, masyarakat diminta untuk mengenali warna dan gambar uang, merasakan tekstur kasar pada bagian tertentu, serta melihat watermark dan benang pengaman dengan cara menerawang uang ke arah cahaya.

"Pengenalan ciri keaslian uang sangat penting agar masyarakat bisa membedakan uang asli dan uang palsu dengan lebih mudah," jelas Hasiando.

Pemusnahan Uang Tak Layak Edar Capai Rp193 Miliar

Selain mengawasi peredaran uang palsu, BI juga terus menjaga kualitas uang rupiah yang beredar. Hingga April 2026, jumlah uang tidak layak edar (UTLE) yang dimusnahkan di Kalimantan Utara mencapai Rp193 miliar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan uang yang beredar di masyarakat dalam kondisi baik dan sulit dipalsukan.

Distribusi Uang Hingga ke Wilayah Perbatasan dan 3T

Untuk memperkuat distribusi uang layak edar, BI telah menyediakan layanan kas titipan di Tanjung Selor, Malinau, dan Nunukan. Layanan ini menjangkau wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui distribusi kas keliling.

Hasiando menambahkan, masyarakat yang menemukan uang yang diragukan keasliannya sebaiknya segera melapor ke perbankan atau Bank Indonesia. "Dengan begitu, peredaran uang palsu bisa lebih cepat dicegah," tutupnya.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: headlinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top