MALINAU — Wakil Bupati Malinau, Jakaria, secara resmi menutup rangkaian perlombaan MTQ ke-22 tingkat kabupaten. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi religi, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan daerah di Bumi Intimung.
Dalam sambutannya, Jakaria menekankan bahwa esensi pembangunan tidak terbatas pada pengerjaan proyek fisik semata. “Pemerintah daerah memiliki pandangan bahwa masyarakat yang mandiri adalah mereka yang mapan secara ekonomi sekaligus kokoh secara spiritual,” ujarnya, Minggu (10/5).
Ia menjelaskan, instrumen anggaran daerah harus dialokasikan secara tepat untuk mencetak putra dan putri daerah yang unggul serta memiliki integritas religi yang kuat. Menurutnya, penguatan mental dan karakter masyarakat menjadi pondasi utama mewujudkan kesejahteraan yang hakiki.
Pemkab Malinau berkomitmen membina talenta lokal tanpa mendatangkan peserta dari luar daerah. Jakaria menegaskan, fokus kebijakan saat ini adalah memberikan pendampingan dan pelatihan terbaik bagi anak-anak asli Malinau agar mampu bersaing sportif di tingkat provinsi maupun nasional.
“Fokus kebijakan saat ini adalah memberikan pendampingan dan pelatihan terbaik bagi anak-anak asli Malinau agar mampu bersaing secara sportif di tingkat yang lebih tinggi, baik di kancah provinsi maupun nasional,” kata Wakil Bupati.
Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah daerah terus mendorong penguatan lembaga pendidikan non-formal, seperti pondok pesantren. Lembaga ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi kaderisasi generasi muda asli daerah.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ ke-22 juga didukung kesiapan infrastruktur publik yang semakin mumpuni, seperti optimalisasi area. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola daerah telah berjalan secara sinergis antara pembangunan fasilitas fisik dengan peningkatan kualitas individu masyarakatnya demi kemajuan Malinau di masa depan.