MALINAU — Dua warga Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dipastikan menjadi satu-satunya perwakilan daerah tersebut yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026. Kedua jemaah tersebut adalah Hasmiah Amiruddin Kile dari Desa Malinau Kota dan Aries, warga Kuala Lapang RT 8.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Malinau, Umar Maya, mengonfirmasi bahwa keberangkatan ini mengacu pada regulasi terbaru. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, skema kuota murni untuk kabupaten dan kota ditiadakan untuk periode 2026-2027.
Umar menjelaskan, meski secara aturan tidak ada kuota murni, dua warga Malinau tersebut tetap bisa berangkat karena status mereka pada musim sebelumnya. Keduanya merupakan jemaah yang sudah masuk dalam kategori lunas cadangan pada tahun 2025.
“Tetapi kenapa kita memberangkatkan dua orang, karena dua orang calon haji yang ada ini adalah jamaah lunas cadangan di tahun 2025,” ujar Umar Maya saat memberikan keterangan resmi, Senin (4/5).
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 mengubah peta distribusi jemaah di Indonesia. Untuk dua tahun ke depan, prioritas keberangkatan akan diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) di tingkat provinsi, sementara kuota tetap kabupaten/kota dihapuskan sementara.
Meski terjadi penurunan drastis pada 2026, data Kemenhaj Malinau menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah jemaah pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini memberikan kepastian bagi ribuan calon jemaah lain yang masih berada dalam daftar tunggu.
Pemerintah memproyeksikan distribusi keberangkatan untuk Kabupaten Malinau sebagai berikut:
Bagi Hasmiah Amiruddin Kile, keberangkatan tahun depan adalah jawaban atas kesabarannya menunggu sejak mendaftar pada 2014. Di usia 50 tahun, ia mengaku sangat bersyukur namanya masuk dalam daftar yang diberangkatkan.
“Alhamdulillah bahagia bisa berangkat, karena memang sudah panggilan ke sana. Mudah-mudahan semuanya lancar dan selamat,” tutur Hasmiah.
Senada dengan Hasmiah, Aries yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil muatan juga telah menunggu selama 12 tahun. Ia mendaftar di tahun yang sama dan terus memantau status keberangkatannya hingga dinyatakan berhak berangkat pada 2026.
“Syukur Alhamdulillah. Sudah menunggu 12 tahun,” ungkap Aries singkat.