KALIMANTAN UTARA — Microsoft mengaktifkan kembali fitur kontroversial di aplikasi Bing Wallpaper yang membuat klik pada area kosong desktop Windows 11 membuka pencarian Bing di browser default. Berbeda dari versi tahun lalu yang bisa dinonaktifkan lewat pengaturan, kali ini tidak tersedia opsi untuk mematikannya. Pengguna yang memasang aplikasi ini secara sukarela perlu mengetahui perilaku barunya sebelum mengeluh.
Aplikasi Bing Wallpaper bukan bagian bawaan Windows 11, melainkan program terpisah yang harus dipasang sendiri oleh pengguna yang ingin latar belakang desktop berganti gambar Bing setiap hari. Situs Windows Latest melaporkan bahwa pintasan lama yang sempat ditarik Microsoft kini muncul lagi, dengan konsekuensi yang lebih mengganggu dibanding sebelumnya.
Mekanismenya sederhana. Saat pengguna mengklik ruang kosong di desktop, jendela browser default akan terbuka dan menampilkan hasil pencarian Bing terkait gambar wallpaper yang sedang aktif. Pemicunya bukan klik pada ikon atau folder, melainkan area yang tidak ditempati berkas apa pun.
Seberapa Sering Pencarian Terpicu
Ada batas yang membuat fitur ini tidak sepenuhnya mengganggu. Pencarian hanya terpicu satu kali, lalu tidak akan muncul lagi selama 24 jam ke depan. Artinya pengguna maksimal mengalami satu kali jendela browser terbuka per hari, bukan setiap kali klik di desktop.
Bagi sebagian orang, perilaku ini bisa jadi manfaat. Pengguna yang penasaran dengan lokasi atau objek dalam foto wallpaper bisa langsung mendapat informasi tanpa perlu mencari manual. Masalahnya, fungsi tersebut aktif secara default, bukan pilihan yang dinyalakan pengguna.
Yang Bikin Berbeda dari Versi Sebelumnya
Microsoft pernah mencoba skema serupa setahun lalu dan menariknya kembali setelah mendapat keluhan. Ketika itu, pengaturan di aplikasi masih menyediakan tombol untuk mematikan perilaku klik-ke-Bing. Pada versi terbaru, opsi tersebut hilang dari menu pengaturan.
Status aplikasi sebagai program opsional memang membatasi jangkauan dampaknya. Pengguna yang tidak pernah memasang Bing Wallpaper tidak akan terpengaruh sama sekali. Namun bagi yang sudah memasangnya, tidak ada jalan pintas selain mencopot aplikasi jika perilaku ini dirasa mengganggu.
Kritik terhadap Praktik Promosi Microsoft
Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai upaya menaikkan trafik Bing dengan cara yang kurang bersahabat bagi pengguna. Kritik menguat karena 2026 disebut sebagai tahun perbaikan Windows 11, sehingga praktik promosi agresif di aplikasi resmi Microsoft dianggap bertentangan dengan arah tersebut.
Insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, aplikasi Bing yang sama memicu reaksi keras setelah menampilkan iklan bertema Harry Potter. Dua kejadian beruntun menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar satu fitur, melainkan pola promosi yang melekat pada produk-produk pendukung Windows.
Siapa yang Perlu Waspada
Pengguna Windows 11 di Indonesia yang memasang Bing Wallpaper untuk mempercantik desktop sebaiknya memeriksa pengaturan aplikasi setelah pembaruan terbaru. Jika opsi penonaktifan tidak ditemukan, mencopot aplikasi menjadi satu-satunya cara menghentikan jendela pencarian yang muncul tiba-tiba.
Bagi yang belum memasangnya, tidak ada alasan mendesak untuk mencoba. Windows 11 sudah menyediakan opsi wallpaper harian lewat aplikasi lain atau kumpulan gambar manual, tanpa risiko klik tak sengaja berujung pada browser yang terbuka sendiri.