NUNUKAN — Kepala Cabang PT PELNI Nunukan, Sudjito, menyatakan dukungan finansial tersebut merupakan wujud partisipasi perusahaan dalam kegiatan kemasyarakatan yang memberi manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya warga. Penyaluran bantuan berlangsung di tengah rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan.
Lomba rebana yang digelar Majelis Taklim Arnisya ini bukan sekadar kompetisi seni. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya Islam yang tumbuh di tengah masyarakat Nunukan, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Rebana sebagai Warisan Budaya yang Perlu Dijaga
Sudjito menilai kegiatan seperti lomba rebana memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang hidup di masyarakat. Seni rebana, menurutnya, tidak hanya punya nilai artistik tetapi juga menjadi identitas budaya Islam di daerah itu.
"Melalui dukungan finansial ini, PELNI menunjukkan komitmennya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sosial dan budaya," ujar Sudjito.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya Islam, lomba tersebut juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi berikutnya. Kebersamaan dan tali persaudaraan antarwarga menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini.
PELNI Ingin Kontribusinya Dirasakan Lebih dari Sekadar Layanan Transportasi Laut
Dukungan terhadap kegiatan lokal disebut Sudjito sebagai bagian dari upaya PELNI memperkuat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Kehadiran PELNI di Nunukan diharapkan tidak hanya dirasakan melalui layanan transportasi laut, tetapi juga melalui kontribusi sosial bagi lingkungan sekitar.
"PELNI berharap kegiatan seperti Lomba Rebana Se-Kabupaten Nunukan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga seni rebana tetap dikenal dan diminati oleh generasi muda serta menjadi sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat," ungkapnya.
Partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan terhadap aktivitas masyarakat yang memiliki nilai positif, khususnya dalam menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat kebersamaan di Kabupaten Nunukan.
Komitmen Sosial di Wilayah Operasional
Sudjito menambahkan, keterlibatan PELNI dalam lomba rebana sekaligus menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berkaitan dengan layanan transportasi laut. Perusahaan berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
"Partisipasi PELNI dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berkaitan dengan layanan transportasi laut, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya," tutup Sudjito.
Lomba Rebana Se-Kabupaten Nunukan yang digelar Majelis Taklim Arnisya ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Tema yang diusung menegaskan posisi seni rebana sebagai bagian dari pelestarian budaya Islam di Kalimantan Utara.