NUNUKAN — Kabupaten Nunukan genap berusia 27 tahun sejak berdiri pada 1999. Raden Iwan Kurniawan menyebut pertambahan usia daerah harus diiringi kemajuan di berbagai sektor, terutama karena Nunukan berperan sebagai beranda NKRI di kawasan perbatasan.
Ia mengaku bersyukur atas perjalanan panjang daerah itu. Menurutnya, posisi strategis Nunukan sebagai wilayah terdepan menuntut pembangunan yang tidak berhenti di satu periode kepemimpinan saja.
"Alhamdulillah, patut disyukuri dalam perjalanan panjang Kabupaten Nunukan sejak berdiri tahun 1999. Sekarang, pada 12 Oktober, sudah mencapai 27 tahun. Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia, Nunukan semakin baik dan berkembang sebagai representasi beranda NKRI di perbatasan," ujarnya.
Dua Tahun di Bawah Irwan Sabri-Hermanus
Raden Iwan menilai pembangunan dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus punya dinamika serta misi tersendiri. Meski arah kebijakannya berbeda, ia menegaskan tujuan akhirnya tetap sama.
"Dari aspek pembangunan, dua tahun terakhir di periode pemerintahan Pak Haji Irwan Sabri dan Pak Hermanus memang membawa misi yang berbeda. Tetapi muaranya sama, kesejahteraan masyarakat," katanya.
Gambaran hasil pembangunan tahun ini baru akan terlihat jelas pada akhir Desember, saat program dan kegiatan pemerintah daerah masuk tahap evaluasi akhir tahun.
Dinamika Anggaran dan Transfer ke Daerah
Pengelolaan anggaran tahun ini tidak lepas dari dinamika, termasuk terkait transfer ke daerah (TKD). Raden Iwan menyebut situasi itu sebagai bagian dari tantangan yang harus diperhatikan agar pelaksanaan pembangunan tetap berjalan.
Pemerintah daerah, katanya, tetap mengikuti arahan pimpinan sambil menjaga program pembangunan menyentuh kepentingan masyarakat. Pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program perlu dilakukan cermat agar tujuan pembangunan tercapai di tengah perubahan kondisi fiskal.
Pesan untuk ASN Jelang Purnatugas
Menjelang masa purnatugasnya tahun depan, Raden Iwan berharap jajaran aparatur sipil negara (ASN) Nunukan menjaga kekompakan dan profesionalisme. ASN, menurutnya, berperan penting memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan, terlepas dari siapa yang memimpin daerah.
Ia meminta seluruh aparatur mendukung pelaksanaan kebijakan kepala daerah sesuai aturan sekaligus menjaga konsistensi kerja dalam mewujudkan program yang telah direncanakan.
"Mudah-mudahan jajaran ASN tetap solid untuk mengawal pimpinan-pimpinan, siapa pun itu," tuturnya.
Dukungan birokrasi diperlukan untuk mengawal pemerintahan saat ini hingga akhir periode, sekaligus menjaga kesinambungan ketika terjadi pergantian kepala daerah.
"Bupati yang sekarang sampai akhir periode, nanti bupati yang baru, siapa pun itu kita kawal. ASN tetap kompak, tetap lurus, mengamankan apa yang dijanjikan kepala daerah," ungkapnya.
Harapan di Usia ke-27
Pergantian kepemimpinan, kata Raden Iwan, tidak seharusnya mengganggu komitmen aparatur memberi pelayanan kepada masyarakat. ASN diminta tetap bekerja profesional dan memastikan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan.
Di usia ke-27 Kabupaten Nunukan, ia berharap semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, ASN, dan seluruh elemen masyarakat terus terpelihara. Dengan komitmen itu, pembangunan di wilayah perbatasan diharapkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga Nunukan.