Pencarian

Narain Karthikeyan, Satu-satunya Pembalap F1 Finis Posisi 24

Minggu, 13 September 2026 • 11:05:31 WIB
Narain Karthikeyan, Satu-satunya Pembalap F1 Finis Posisi 24
Pembalap HRT, Narain Karthikeyan, menjadi satu-satunya pembalap dalam sejarah Formula 1 yang finis di posisi ke-24.

KALIMANTAN UTARA — Balapan di Valencia Street Circuit pada 2011 berjalan tanpa kejutan di barisan depan. Sebastian Vettel merebut pole, memimpin dari awal, dan menang dengan nyaman dalam perjalanannya meraih gelar juara tahun itu. Fernando Alonso finis kedua di hadapan publik tuan rumah, sementara Mark Webber menempati posisi ketiga.

Yang tidak biasa justru terjadi di belakang: setiap mobil yang start berhasil finis. Ke-24 mobil menuntaskan balapan, sesuatu yang saat itu baru terjadi untuk keempat kalinya. Bagi sebagian besar dari 24 mobil tersebut, balapan bersih tanpa kegagalan teknis adalah hari yang baik. Bagi Narain Karthikeyan dan tim HRT, hasil itu justru mengukir namanya di buku sejarah dengan cara yang berbeda.

Rekor F1 yang Berkumpul di Dua Ujung Berbeda

Rekor Formula 1 umumnya berkisar soal pencapaian: lap tercepat, kemenangan terbanyak, juara termuda. Rekor Karthikeyan justru berada di ujung sebaliknya. Ia menjadi satu-satunya pembalap dalam sejarah olahraga ini yang finis di posisi ke-24, alias juru kunci dari 24 mobil yang turun di European Grand Prix 2011.

HRT, Tim Baru dengan Keterbatasan Struktural

Hispania Racing Team (HRT) masuk Formula 1 pada 2010 sebagai salah satu dari tiga konstruktor baru yang dihadirkan lewat proses entri yang direstrukturisasi. Tim ini berbasis di Spanyol, kekurangan dana sepanjang keberadaannya, dan secara struktural berada di barisan belakang.

Mobil yang mereka turunkan pada 2011, F111, cukup lambat sehingga Karthikeyan dan rekan setimnya, Vitantonio Liuzzi, gagal lolos kualifikasi pada balapan pembuka musim di Australia. Ketika akhirnya lolos dan membalap, mereka bersaing untuk klasifikasi akhir, bukan untuk poin.

Jarak antara HRT dan tim papan tengah bukan soal performa pembalap, melainkan soal anggaran dan kekurangan rekayasa. Di sirkuit yang biasanya mengacak urutan karena banyak pembalap gagal finis, HRT kadang bisa lolos dari posisi terakhir. Namun di balapan seperti European Grand Prix 2011, ketika semua orang finis, tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Kursi Karthikeyan Diambil Ricciardo

Red Bull saat itu tengah mencari jarak balapan untuk seorang pembalap muda yang mereka kembangkan: Daniel Ricciardo. Ia menggantikan Karthikeyan di HRT untuk sisa musim 2011, kecuali di Indian Grand Prix. Di balapan kandangnya itu, Karthikeyan mendapat kursinya kembali dan finis di posisi ke-17, unggul lebih dari tiga puluh detik atas Ricciardo.

Tim dan Sirkuit Hilang, Rekor Tetap Tercatat

HRT bubar pada akhir musim 2012 setelah gagal berkembang secara kompetitif maupun finansial. European Grand Prix di Valencia juga dihentikan setelah 2012. Tim dan balapannya sudah tiada, tetapi catatan finis posisi ke-24 milik Karthikeyan tetap tercatat sebagai hasil klasifikasi terendah dalam sejarah Formula 1.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks