KALIMANTAN UTARA — Penyaluran bantuan ini merupakan hasil asesmen dan verifikasi langsung yang dilakukan Islamic Relief Indonesia bersama pemerintah daerah di Kecamatan Cibal dan Cibal Barat. Setiap keluarga penerima bantuan terverifikasi mendapatkan satu terpal, dua selimut, satu paket bahan makanan, dan satu paket kebersihan keluarga.
Mengapa Warga di Wilayah Terisolasi Jadi Prioritas
Tantangan terbesar dalam distribusi bantuan adalah kondisi geografis. Sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan pegunungan, dan beberapa jalur utama ikut tertimbun longsor.
Dzikri Insan, penanggung jawab respons darurat Islamic Relief Indonesia di NTT, menegaskan bahwa keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan warga terdampak terlewat dari bantuan. "Kami akhirnya dapat mencapai beberapa wilayah yang cukup terisolasi karena akses utama terdampak longsor. Bagi kami, sulitnya akses tidak boleh menjadi alasan masyarakat terdampak tertinggal dari bantuan," ujarnya.
Verifikasi Ketat dan Jaminan Bantuan Gratis
Proses pendataan dilakukan secara berlapis. Tim Islamic Relief Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan organisasi lokal Ayo Indonesia untuk memastikan keluarga yang paling membutuhkan mendapat prioritas.
"Kami bekerja bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk memastikan bantuan dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus," kata Dzikri.
Dzikri juga menekankan aspek akuntabilitas dalam penyaluran. Penerima bantuan dijamin tidak akan dikenakan biaya apa pun. "Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh bantuan ini diberikan secara gratis. Tidak boleh ada pungutan, pemotongan, maupun pengurangan jumlah bantuan dalam bentuk apa pun," tegasnya.
Saluran Pengaduan untuk Masyarakat
Masyarakat yang menemukan kejanggalan selama proses distribusi dipersilakan menyampaikan pertanyaan, saran, maupun pengaduan. Mekanisme ini disiapkan sebagai bagian dari transparansi pengelolaan bantuan kemanusiaan.
Gempa yang melanda Manggarai menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah tinggal, terutama di dua kecamatan terdampak terparah. Hingga proses distribusi berlangsung, tim gabungan masih terus melakukan asesmen lanjutan untuk memetakan kebutuhan warga di lokasi yang belum terjangkau.