TARAKAN — Transaksi non-tunai di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan akselerasi tajam. Bank Indonesia mencatat pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi paling utara Pulau Kalimantan ini telah menembus 120 ribu pengguna. Frekuensi dan nilai transaksinya pun terus merangkak naik setiap bulan.
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Agus Taufik, menyebut pertumbuhan ini didorong meluasnya akses internet dan pergeseran kebiasaan masyarakat. Generasi muda dan pelaku usaha kecil menjadi garda terdepan dalam transisi dari tunai ke digital.
"Meski akseptasi pembayaran digital menunjukkan tren positif, pihak Bank Indonesia menekankan pentingnya sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk terus memberikan edukasi serta literasi keuangan digital kepada masyarakat," ungkap Agus Taufik, Sabtu (15/8/2026) di Taman Berkampung Kampung Empat Kota Tarakan.
Katalis 2026: Dari Edukasi hingga Hiburan Musik
Untuk mempercepat adopsi, BI Kaltara menggandeng berbagai pihak menggelar Kaltara Digital QRIS (Katalis) 2026. Acara yang berlangsung di Tarakan ini merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional.
Edukasi keuangan dikemas dalam balutan hiburan. Antusiasme masyarakat terlihat dari habisnya 2.500 tiket yang disediakan panitia. Puncak acara dimeriahkan kompetisi musik Live Band Corporate dengan musisi senior Paul Partohap sebagai juri sekaligus bintang tamu spesial.
QRIS Cross-Border: Transaksi Langsung ke Malaysia
Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah fitur QRIS Cross-Border. Melalui inovasi ini, warga Indonesia di kawasan perbatasan dapat membayar langsung di Malaysia menggunakan QRIS, dan berlaku pula sebaliknya bagi warga Malaysia yang berkunjung ke Kaltara.
Fitur ini dinilai strategis mengingat posisi geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia. Konektivitas pembayaran lintas negara ini diharapkan menggerakkan sektor pariwisata dan perdagangan lokal.
Kaltara Run 2026 dan Penguatan Ekosistem Digital
Keseruan Katalis 2026 berlanjut dengan ajang olahraga Kaltara Run 2026. Lomba lari menempuh jarak 8,1 kilometer ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Utara dan sekitarnya, termasuk peserta dari Malaysia.
Penyelenggara dan pemerintah daerah berharap acara ini menginspirasi anak muda dalam pengembangan industri kreatif dan musik. Sekaligus memperkuat konektivitas perekonomian digital di kawasan perbatasan.
Di tengah gencarnya promosi pembayaran digital, BI menegaskan pengembangan QRIS tetap berjalan beriringan dengan penyediaan uang tunai (kartal). Kedua metode pembayaran tersebut dirancang saling melengkapi untuk melayani seluruh lapisan masyarakat Kaltara.
Meski demikian, BI mengimbau masyarakat waspada terhadap risiko keamanan dalam sistem pembayaran digital. Dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam pemerataan infrastruktur jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok menjadi kunci agar ekosistem digital ini dinikmati secara merata.