KALIMANTAN UTARA — Setelah sukses menggebrak pasar smartwatch dan power bank, CMF kini masuk segmen earphone terbuka. Clip Pro hadir dengan desain yang tidak menyumbat saluran telinga, memungkinkan pengguna mendengar musik sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar—kebutuhan utama bagi pekerja kota yang kerap berpindah tempat atau pengguna gym.
Spesifikasi Utama CMF Clip Pro
- Driver: 10,8mm dual-magnet dynamic
- Berat: 5,9 gram per earbud
- Codec: LDAC, AAC, SBC
- Sertifikasi: Hi-Res Audio
- Baterai: 10 jam pemutaran (earbud), 32,5 jam total dengan charging case
- Fast charging: 10 menit isi daya = 4 jam pemakaian
- Konektivitas: Bluetooth dual connection, Google Fast Pair, Microsoft Swift Pair
- Ketahanan: IP54 (tahan cipratan air dan debu)
- Fitur lain: low latency gaming mode, 4 mikrofon HD untuk panggilan
Desain Klip 3 Titik dan Fitur Ultra Bass
Berbeda dari earbud konvensional yang mengandalkan tekanan di liang telinga, Clip Pro menempel di daun telinga dengan mekanisme yang disebut Nothing sebagai "3-point clip design". Sistem ini dirancang mendistribusikan tekanan secara merata sehingga tidak menimbulkan rasa perih meski dipakai berjam-jam. Klaimnya, desain ini cocok untuk berbagai bentuk telinga.
Karena desain terbuka otomatis mengurangi tekanan bass, CMF menyematkan teknologi Ultra Bass yang secara cerdas meningkatkan frekuensi rendah sambil menekan distorsi di area treble. Fitur ini bisa diatur sesuai preferensi melalui aplikasi Nothing. Perlu dicatat, efektivitas bass boost artifisial semacam ini biasanya subjektif—sebagian pengguna menyukainya untuk menemani latihan, sebagian lain menganggapnya terlalu "dramatis".
Kontrol Cerdas di Charging Case
Salah satu pembeda Clip Pro ada di wadah pengisi dayanya. CMF mengadopsi fitur Smart Dial yang sebelumnya hadir di produk lain, berupa kenop putar fisik di samping case untuk mengatur volume, memutar lagu, hingga menerima atau menolak panggilan. Ini solusi praktis bagi mereka yang kesal dengan kontrol sentuh earbud yang sering tidak responsif. Jika tetap ingin kontrol langsung di earbud, tersedia juga tombol fisik di kedua sisi.
Kualitas Panggilan dan Privasi
Empat mikrofon HD diklaim mampu memisahkan suara pengguna dari kebisingan sekitar. Menariknya, CMF juga membekali Clip Pro dengan fitur privasi yang mengelola frekuensi menengah dan tinggi saat panggilan berlangsung, sehingga suara percakapan tidak mudah terdengar oleh orang di dekat pengguna. Tingkat privasi ini bisa disesuaikan di aplikasi Nothing.
Harga dan Ketersediaan CMF Clip Pro
CMF Clip Pro dibanderol US$99 dan mulai dijual global pada 15 Agustus. Tersedia dalam tiga pilihan warna: Dark Grey, Light Grey, dan Coral. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga di Indonesia, namun dengan kurs saat ini, estimasi banderolnya berada di kisaran Rp 1,6 juta—masih di bawah rata-rata harga TWS open-ear premium dari brand seperti Sony atau Bose.
Posisi di Pasar dan Target Pengguna
Dengan harga di bawah US$100, Clip Pro masuk ke segmen yang cukup ramai, bersaing dengan produk seperti Soundcore Aerofit atau JBL Soundgear. Keunggulan utamanya ada pada kombinasi codec LDAC (jarang ditemui di kelas harga ini), baterai panjang, dan fitur dual connection. Kekurangan yang harus diterima adalah tidak adanya active noise cancelling (ANC)—konsekuensi logis dari desain open-ear.
Clip Pro paling cocok untuk pekerja kantoran yang sering video call dan butuh earbud nyaman dipakai seharian, atau pengguna yang rutin berlari dan bersepeda namun tetap ingin mendengar suara kendaraan di sekitar. Jika prioritas utama Anda adalah isolasi suara total, produk TWS in-ear dengan ANC tetap pilihan yang lebih tepat.