TARAKAN — Wali Kota Tarakan, Khairul, menyebut keberhasilan menekan angka stunting tidak lepas dari peran aktif kader PKK yang bekerja hingga ke tingkat dasawisma dan posyandu. Data internal menunjukkan prevalensi stunting di kota itu berada di angka 4 persen, sementara SSGI 2024 mencatat 12,6 persen.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ada peran besar ibu-ibu PKK yang bekerja keras melalui dasawisma, posyandu, dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya di hadapan kader yang hadir.
Kolaborasi Sejak 2021 dan Target ke Depan
Khairul menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya kolaboratif yang digencarkan sejak 2021. Pihaknya berharap gerakan PKK yang kini memasuki usia ke-54 semakin solid dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan sejahtera.
Peringatan HKG ke-54 kali ini tidak hanya diisi seremoni. Rangkaian acara turut menghadirkan talkshow serta Expo UMKM dan Ekonomi Kreatif yang digarap bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Tarakan.
UMKM Lokal dan Peran Mahasiswa UGM
Wali Kota memberikan apresiasi khusus atas kolaborasi dengan mahasiswa UGM. Menurutnya, kehadiran mereka menghadirkan inovasi sekaligus mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, beserta istri turut mendampingi Khairul dalam acara yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota tersebut.