Pencarian

Sektor Perikanan Kalimantan Utara Makin Diminati Investor

Senin, 03 Agustus 2026 • 08:45:31 WIB
Sektor Perikanan Kalimantan Utara Makin Diminati Investor
Peluang investasi perikanan di Kalimantan Utara. (Foto: NET)

KALIMANTAN UTARA - Sektor perikanan di Kalimantan Utara kian menjadi incaran investor seiring makin gencarnya upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi kelautan dan perikanan setempat.

Dukungan infrastruktur yang terus dibangun, kemudahan proses perizinan, serta sumber daya alam yang masih banyak belum tergarap membuat peluang investasi di sektor ini kian terbuka lebar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) tak henti memperkuat berbagai strategi untuk menggaet investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan lewat sejumlah forum investasi, salah satunya Economic Diplomatic Breakfast yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Jakarta pada Februari 2025.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang memaparkan sejumlah sektor unggulan yang dinilai punya prospek besar untuk terus dikembangkan.

Perikanan bersama industri manufaktur berbasis hasil kelautan menjadi dua fokus utama yang ditawarkan kepada calon investor.

Arah kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendongkrak nilai tambah komoditas lokal lewat hilirisasi, sembari memperluas lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi Kaltara.

Kekayaan Laut Jadi Modal Utama Kaltara

Kalimantan Utara termasuk provinsi dengan kekayaan sumber daya kelautan terbesar di Tanah Air.

Panjang garis pantainya mencapai sekitar 3.557,65 kilometer, dengan luas wilayah perairan sekitar 776.845,39 hektare, modal alam yang sangat besar bagi pertumbuhan industri perikanan di daerah ini.

Luasnya wilayah pesisir memungkinkan berkembangnya berbagai jenis usaha, mulai dari perikanan tangkap, budidaya tambak, sampai industri pengolahan hasil laut.

Kondisi geografis semacam ini menjadi salah satu alasan mengapa perikanan dipandang sebagai penggerak ekonomi baru di ujung utara Pulau Kalimantan.

Ditambah lagi, letak Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberi keuntungan tersendiri dari sisi logistik dan akses perdagangan lintas negara.

Produk perikanan asal Kaltara pun berpeluang lebih besar menembus pasar ekspor lantaran jarak distribusinya relatif lebih efisien dibanding sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Kepiting Bakau Andalan Ekspor Kaltara

Kepiting bakau menjadi salah satu komoditas yang sudah terbukti mampu bersaing di pasar global dan menjadi andalan ekspor Kalimantan Utara.

Capaian tersebut menunjukkan hasil budidaya maupun tangkapan nelayan Kaltara sudah memenuhi standar yang disyaratkan pasar internasional.

Nilai ekonomi kepiting bakau yang tinggi membuat permintaannya terus tumbuh, terutama dari negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Peluang ini membuka jalan bagi investor untuk menggarap berbagai sektor pendukung, seperti pembenihan, budidaya modern, pengolahan hasil laut, cold storage, hingga distribusi ekspor.

Produksi Rumput Laut Terus Naik

Rumput laut menjadi komoditas lain dengan prospek yang tak kalah cerah.

Data pemerintah daerah mencatat produksi rumput laut Kaltara pada 2022 mencapai sekitar 80 ribu ton per tahun, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 67 ribu ton.

Tren kenaikan ini mencerminkan besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut di daerah ini.

Selain untuk konsumsi pangan, rumput laut juga jadi bahan baku penting bagi industri kosmetik, farmasi, hingga produk kesehatan.

Nilai tambahnya akan semakin besar bila hasil panen tidak sekadar dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk turunan lewat teknologi yang lebih maju.

Peluang inilah yang membuka jalan lebar bagi investasi di sektor manufaktur berbasis hasil perikanan.

Udang Windu Organik Berdaya Saing Tinggi

Kaltara juga dikenal sebagai salah satu sentra udang windu organik, komoditas dengan nilai jual lebih tinggi karena dibudidayakan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Produksi udang windu hasil tangkapan di seluruh Kalimantan Utara mencapai sekitar 4 ribu ton per tahun.

Sementara itu, sektor tambak didukung lahan seluas sekitar 77 ribu hektare dengan total produksi berkisar 7,5 ribu hingga 9 ribu ton tiap tahunnya.

Kapasitas produksi sebesar itu menandakan masih terbuka ruang luas untuk mendongkrak produktivitas lewat teknologi budidaya, efisiensi pakan, sistem monitoring kualitas air, hingga fasilitas pengolahan pascapanen.

Bandeng Tarakan Penopang Ekonomi Pesisir

Selain kepiting, udang, dan rumput laut, ikan bandeng juga jadi komoditas penting di Kalimantan Utara.

Kota Tarakan tercatat sebagai salah satu sentra produksi bandeng terbesar dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per bulan dari para petambak setempat.

Produksi yang stabil ini memberi jaminan pasokan bagi industri pengolahan ikan di sekitarnya.

Kondisi ini jadi peluang menarik bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produk olahan seperti bandeng tanpa duri, ikan beku, fillet, hingga aneka makanan siap saji.

Seiring naiknya permintaan produk olahan perikanan, kehadiran industri pengolahan di dekat sentra produksi akan menekan biaya distribusi sekaligus mendongkrak nilai tambah komoditas lokal.

Peran Pemerintah dalam Memperkuat Iklim Investasi

Salah satu faktor yang membuat sektor perikanan Kaltara semakin menarik adalah dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Pemprov Kalimantan Utara menyatakan siap memfasilitasi investor lewat penyederhanaan proses perizinan serta penyediaan lahan untuk pengembangan kawasan industri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif di daerah ini.

Guna mendukung industri perikanan, pemerintah telah menyiapkan kawasan seluas sekitar 43 hektare di Kota Tarakan.

Lokasi ini dinilai strategis karena memiliki kedalaman laut yang memadai untuk pembangunan pelabuhan ekspor.

Keberadaan pelabuhan ekspor nantinya akan mempercepat arus distribusi produk perikanan ke pasar internasional, sehingga biaya logistik bisa ditekan dan daya saing produk meningkat.

Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah

Selama ini sebagian besar hasil perikanan Indonesia masih dijual dalam bentuk bahan mentah, padahal keuntungan terbesar justru datang dari proses pengolahan menjadi produk bernilai tambah.

Karena itu, strategi hilirisasi menjadi langkah yang sangat relevan untuk diterapkan di Kalimantan Utara.

Industri pengalengan ikan, pembekuan hasil laut, pengemasan modern, produksi makanan olahan, hingga industri berbasis biomaterial dari rumput laut berpotensi mendatangkan nilai ekonomi jauh lebih tinggi.

Selain mendongkrak pendapatan daerah, hilirisasi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari produksi, logistik, pemasaran, hingga riset dan pengembangan.

Dukungan Infrastruktur yang Terus Digenjot

Pengembangan investasi tak melulu soal potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukungnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara turut menawarkan sejumlah proyek strategis yang saling menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Di antaranya pembangunan jalan tol dari Tanjung Selor menuju Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning.

Selain itu ada pula pengembangan hilirisasi Crude Palm Oil (CPO), kawasan food estate Delta Kayan, serta pembangunan rumah sakit tipe B di Tanjung Selor.

Rangkaian proyek ini diharapkan mampu membentuk ekosistem investasi yang makin kuat, mengingat sektor perikanan tidak berjalan sendiri, melainkan terhubung dengan infrastruktur transportasi, industri, kesehatan, dan logistik.

Prospek Jangka Panjang yang Menjanjikan

Permintaan global terhadap produk perikanan diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dunia dan naiknya konsumsi protein hewani.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya peluang besar menjadi salah satu pemasok utama komoditas hasil laut dunia.

Dalam konteks itu, Kalimantan Utara berada di posisi strategis karena masih memiliki ruang pengembangan yang luas dibandingkan daerah lain yang lebih dulu berkembang.

Kombinasi kekayaan sumber daya alam, dukungan pemerintah, lokasi strategis, dan potensi ekspor menjadi modal besar yang memberi prospek positif bagi investor jangka panjang.

Pengembangan teknologi budidaya modern, digitalisasi rantai pasok, sertifikasi mutu, hingga penerapan prinsip keberlanjutan akan menjadi faktor penentu daya saing produk Kaltara di pasar internasional.

Sejumlah Pertanyaan Seputar Investasi Perikanan Kaltara

Komoditas perikanan apa saja yang jadi unggulan Kalimantan Utara?

Komoditas unggulannya meliputi kepiting bakau, udang windu, rumput laut, dan ikan bandeng, sejumlah di antaranya sudah tembus pasar ekspor dan jadi penyumbang penting perekonomian daerah.

Mengapa investor sektor perikanan tertarik pada Kalimantan Utara?

Alasannya karena garis pantai yang panjang, wilayah perairan luas, sumber daya perikanan melimpah, serta dukungan pemerintah daerah lewat kemudahan perizinan dan penyediaan kawasan industri perikanan.

Di mana lokasi kawasan industri perikanan yang disiapkan pemerintah?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menyiapkan kawasan seluas sekitar 43 hektare di Kota Tarakan, lokasi yang dinilai strategis karena kedalaman lautnya mendukung pembangunan pelabuhan ekspor.

Bagaimana prospek ekspor hasil perikanan Kalimantan Utara ke depan?

Prospeknya cukup baik, mengingat sejumlah komoditas seperti kepiting bakau sudah menembus pasar internasional, ditambah posisi geografis Kaltara yang berbatasan dengan Malaysia turut memudahkan distribusi dan akses perdagangan.

Peluang bisnis apa yang bisa digarap di sektor perikanan Kaltara?

Peluangnya mencakup budidaya perikanan, industri pengolahan hasil laut, cold storage, logistik rantai dingin, pembenihan, pabrik pakan, sampai industri hilirisasi berbasis rumput laut dan komoditas perikanan lainnya.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks