KALIMANTAN UTARA — Krisis listrik yang melanda Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akhirnya memaksa pemerintah daerah untuk berbicara langsung dengan pemilik kebijakan. Atas instruksi Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR, Wakil Wali Kota Hj. Ananda bersama Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar terbang ke Jakarta dan bertemu Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PLN, Saleh Siswanto, di kantor pusat PLN. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, turut mendampingi rombongan dalam pertemuan tersebut.
Bukan Sekadar Lampu Padam, Sinyal Telepon Ikut Hilang
Ananda menegaskan, kedatangannya bukan sekadar formalitas. Pihaknya mengawal langsung aspirasi masyarakat yang gerah dengan pemadaman yang terjadi terus-menerus.
"Atas instruksi Bapak Wali Kota, kami datang langsung ke PLN Pusat untuk menyampaikan seluruh keluhan masyarakat, mulai dari dampak terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Salah satu temuan yang paling mengganggu adalah efek domino pada jaringan telekomunikasi. Sejumlah Base Transceiver Station (BTS) ikut kehilangan pasokan listrik, membuat sinyal ponsel ikut lenyap saat listrik padam.
"Dulu ketika listrik padam, sinyal masih bisa digunakan. Sekarang listrik padam, sinyal juga ikut hilang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, komunikasi, hingga pelayanan menjadi semakin terganggu," keluh Ananda.
Penyebab Defisit 250 MW dan Janji Normal 4 Agustus
Dalam pertemuan yang berlangsung di war room PLN itu, perusahaan akhirnya membuka kartu. Gangguan pasokan disebabkan oleh kerusakan simultan pada tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU): PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong. Akibatnya, sistem kelistrikan Kalselteng kehilangan daya hingga 250 megawatt (MW).
Menghadapi desakan pemkot, PLN memaparkan timeline perbaikan yang jelas. Mulai 29 Juli 2026, durasi pemadaman bergilir akan dipangkas menjadi sekitar tiga jam. Proses perbaikan ketiga PLTU tersebut ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2026, dan sistem ditargetkan normal total pada 4 Agustus 2026.
"Alhamdulillah, kami memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman mulai dikurangi sejak hari ini. Insyaallah, apabila proses perbaikan berjalan sesuai rencana, pada 4 Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal," kata Ananda.
Kerugian Nyata di Lapangan: UMKM dan Peternak Paling Terpukul
Pemkot tidak hanya menyuarakan ketidaknyamanan, tetapi melaporkan data kerugian konkret yang dirasakan warganya. Para pelaku UMKM disebut kehilangan pendapatan karena produksi terhenti. Peralatan elektronik rumah tangga dilaporkan banyak yang rusak akibat naik-turunnya tegangan listrik saat pemadaman.
Yang lebih memprihatinkan, ribuan ternak dilaporkan mati, diduga akibat gangguan pada rantai pasok pakan dan air yang bergantung pada pompa listrik. Ananda juga menyoroti kasus ibu-ibu yang kehilangan stok Air Susu Ibu (ASI) perah karena lemari pendingin mati, membuat ASI yang tersimpan tidak layak konsumsi.
Pemkot Banjarmasin menegaskan akan terus mengawal komitmen PLN hingga perbaikan tuntas. "Kami memahami betapa besar dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi telah kami sampaikan secara langsung kepada PLN Pusat," pungkas Ananda.