NUNUKAN — Kebijakan ini menjadi bagian dari 17 Program Arah Baru yang diusung Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus. Tidak seperti program seragam gratis di daerah lain yang kerap hanya menyasar peserta didik baru, Nunukan memilih menjangkau seluruh jenjang kelas.
Mekanisme Distribusi: Kelas VIII-IX Sudah Salur, Kelas VII Menunggu Data Ukur
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Andi Maskur, menyebut proses distribusi sudah dimulai. Untuk siswa kelas VIII dan IX, seragam putih-biru lengkap dengan topi, dasi, dan ikat pinggang telah dikirim ke masing-masing sekolah.
“Untuk kelas VIII dan IX sudah kami salurkan. Sedangkan kelas VII masih menunggu data ukuran siswa dari sekolah setelah proses daftar ulang selesai,” ujar Andi Maskur, Selasa (14/07/2026).
Harapannya, sebelum proses belajar mengajar berjalan penuh, seluruh siswa sudah mengenakan seragam baru. Langkah ini diambil karena banyak seragam lama yang tampak kusam atau mulai rusak setelah dipakai beberapa tahun.
Antisipasi Ukuran Tak Pas: Cadangan 20 Persen Disiapkan
Dinas Pendidikan Nunukan tidak hanya membagikan seragam, tetapi juga menyiapkan mekanisme penukaran. Pihak penyedia telah menyediakan cadangan sekitar 20 persen dari total kebutuhan untuk mengantisipasi kekurangan maupun kesalahan ukuran.
“Kami berikan kepada seluruh siswa, mulai kelas VII sampai kelas IX. Jadi bukan hanya siswa baru yang menerima,” tegas Andi.
Program ini diharapkan meringankan beban ekonomi orang tua pada awal tahun ajaran baru. Selain memenuhi kebutuhan dasar peserta didik, kebijakan ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas di Kabupaten Nunukan. (*)