TANJUNG SELOR — Pola serapan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada awal tahun memang kerap berjalan lambat. Plt Kepala BKAD Kaltara, Nurdin, menyebut kondisi ini merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun, di mana realisasi pada enam bulan pertama belum maksimal.
Belanja Modal Masih Tersendat, Proyek Baru Tahap Awal
Berbeda dengan belanja pegawai dan barang jasa yang rutin cair setiap bulan, belanja modal untuk proyek-proyek pembangunan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Nurdin menjelaskan, sebagian besar pekerjaan fisik di semester pertama baru memasuki tahap pelaksanaan.
"Jadi untuk pembayaran kepada penyedia jasa dilakukan secara bertahap. Nah, itu biasanya baru naik menjelang akhir tahun atau pada triwulan empat," ujarnya kepada Radar Tarakan.
BKAD Genjot Pemantauan Agar Realisasi Tak Menumpuk di Akhir Tahun
BKAD Kaltara tidak tinggal diam dengan angka serapan yang masih rendah. Nurdin menegaskan pihaknya secara aktif memantau progres realisasi anggaran di setiap perangkat daerah. Langkah ini dilakukan agar target realisasi per triwulan dapat tercapai dan tidak menumpuk di penghujung tahun.
"Ini kita lakukan supaya progres atau serapan anggaran dapat terus terpantau. Kalau di kami harapannya realisasi anggaran ini bisa gerak sejak awal tahun, tidak menumpuk di akhir tahun," pungkasnya.
Target Realisasi Anggaran Setiap Triwulan Wajib Dilaporkan
Pemprov Kaltara menetapkan target realisasi anggaran yang harus dilaporkan setiap triwulan. Dengan adanya target tersebut, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan sejak awal tahun agar penyerapan anggaran lebih merata.