JAKARTA — Dua penghargaan sekaligus diraih oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada malam puncak Anugerah Adinata Syariah 2026. Penghargaan yang diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama CNN Indonesia ini diberikan di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7).
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima langsung penghargaan tersebut didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si. Dua kategori yang diraih adalah Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta The New Emerging Sharia Economic Region.
Apa Isi Dua Penghargaan yang Dibawa Gubernur Kaltara?
Kategori pertama, Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, diberikan sebagai pengakuan atas upaya Pemprov Kaltara dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan berbasis syariah. Sementara kategori The New Emerging Sharia Economic Region menandai Kaltara sebagai kawasan yang dinilai paling prospektif dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional.
Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Pemprov Kaltara dalam mengimplementasikan kebijakan yang sejalan dengan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029.
Wapres Ma'ruf Amin: Aset Keuangan Syariah Tembus Rp10.542 Triliun
Wakil Presiden RI ke-13, K.H. Ma'ruf Amin, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa sektor keuangan syariah nasional terus menunjukkan kinerja positif. Ia mencatat total aset keuangan syariah tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional yang sebesar 10 persen.
“Tercatat sektor keuangan syariah memiliki kinerja tahunan yang kuat. Total aset keuangan syariah tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 10 persen,” ujar Ma'ruf Amin dalam sambutannya.
Hingga Maret 2026, total aset keuangan syariah mencapai Rp10.542 triliun. Capaian ini telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan rasio aset keuangan syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 52 persen, lebih tinggi dari target 45,38 persen.
Langkah Pemprov Kaltara Usai Raih Penghargaan
Ke depan, Pemprov Kaltara berencana memperkuat sejumlah program strategis. Beberapa di antaranya adalah percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat, serta optimalisasi instrumen keuangan sosial.
Ma'ruf Amin berharap Anugerah Adinata Syariah tidak sekadar menjadi ajang seremonial. “Saya berharap penghargaan ini mampu mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di seluruh daerah,” katanya.
Bagi Kaltara, dua penghargaan ini menjadi modal untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui sektor syariah.