TANJUNG SELOR — Ratusan purnawirawan Polri dan keluarga mereka berkumpul dalam momentum silaturahmi ini. Kehadiran Gubernur Kaltara, yang juga merupakan bagian dari PP Polri, menambah keakraban suasana yang penuh nostalgia.
Pelukan Hangat dan Nostalgia di Tengah Silaturahmi
Potret kuatnya ikatan persaudaraan di lingkungan Bhayangkara terlihat jelas. Gubernur Zainal terlihat berbincang akrab dan berpelukan dengan para senior serta rekan sejawatnya yang telah lama tidak bertemu.
Momen ini menjadi penanda bahwa hubungan kekeluargaan tetap terjalin erat meskipun masa kedinasan sebagai anggota Polri telah berakhir.
Pesan Gubernur: Pengabdian Tidak Berhenti Saat Pensiun
Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa semangat pengabdian seorang anggota Polri tidak luntur begitu saja ketika memasuki masa pensiun. Menurutnya, kontribusi nyata di tengah masyarakat harus terus dijalankan.
“Jiwa Bhayangkara tidak pernah pensiun. Pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara akan terus hidup dalam diri setiap insan Bhayangkara,” ujar Zainal.
Ia menambahkan, nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, kedisiplinan, dan integritas merupakan prinsip yang akan terus melekat pada setiap anggota Polri, termasuk setelah purna tugas.
Peran Strategis Purnawirawan untuk Pembangunan Daerah
Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PP Polri atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bertugas. Ia menilai pengabdian para purnawirawan telah menjadi fondasi penting bagi situasi yang aman dan kondusif di Kalimantan Utara.
Di tengah pesatnya pembangunan daerah, Zainal mengajak PP Polri untuk terus berperan aktif sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Organisasi purnawirawan dinilai tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan teladan dan memperkuat persatuan.
“Pengalaman yang dimiliki para purnawirawan merupakan modal besar untuk membimbing generasi muda dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” tutupnya.