Pencarian

Pemkab Nunukan Gelar Pelatihan Vokasi untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten, Target Serap Lapangan Kerja Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 • 22:21:01 WIB
Pemkab Nunukan Gelar Pelatihan Vokasi untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten, Target Serap Lapangan Kerja Lokal
Peserta pelatihan vokasi di Nunukan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri lokal.

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) memulai program pelatihan vokasi bagi calon tenaga kerja. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan industri lokal yang terus meningkat di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.

Pelatihan vokasi tersebut menyasar warga Nunukan yang belum memiliki keahlian spesifik. Kepala Distransnaker Nunukan menyebut program ini dirancang agar peserta siap bersaing di pasar kerja, baik di dalam daerah maupun di luar Kalimantan Utara.

Fokus Pelatihan: Keahlian yang Dicari Industri Lokal

Jenis keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan vokasi ini disesuaikan dengan kebutuhan riil perusahaan dan UMKM di Nunukan. Distransnaker memetakan sektor-sektor yang paling membutuhkan tenaga kerja, seperti perbengkelan, tata boga, dan teknologi informasi dasar.

“Kami tidak ingin pelatihan ini hanya seremonial. Isinya harus link and match dengan lowongan kerja yang ada,” ujar Kepala Distransnaker Nunukan dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Mengapa Pelatihan Vokasi Mendesak di Nunukan?

Nunukan sebagai daerah perbatasan memiliki dinamika ekonomi yang unik. Arus barang dan jasa dari Malaysia mempengaruhi pola konsumsi dan kebutuhan tenaga kerja lokal. Tanpa keahlian khusus, warga lokal kerap tersingkir oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Nunukan untuk memutus rantai pengangguran struktural. Distransnaker mencatat angka pengangguran terbuka di Nunukan masih didominasi lulusan SMA dan SMK yang belum punya sertifikasi keahlian.

Fakta Singkat: Pelatihan Vokasi Nunukan

  • Diselenggarakan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nunukan.
  • Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal dan UMKM.
  • Target peserta adalah warga Nunukan tanpa keahlian spesifik, terutama lulusan SMA/SMK.
  • Program ini bagian dari rencana jangka panjang Pemkab untuk menekan angka pengangguran di perbatasan.

Dampak Langsung ke Warga: Sertifikasi dan Akses Kerja

Peserta yang lulus pelatihan vokasi akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sertifikat ini bisa menjadi modal untuk melamar kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Nunukan, termasuk sektor perkebunan kelapa sawit dan jasa logistik.

Distransnaker juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan lokal untuk menyerap lulusan pelatihan. “Kami sudah komunikasi dengan pihak industri. Mereka butuh tenaga kerja yang siap pakai, bukan yang harus dilatih ulang,” tambah Kepala Distransnaker.

Pemkab Nunukan berencana memperluas jangkauan pelatihan ke kecamatan-kecamatan lain di tahun depan. Anggaran untuk program ini dialokasikan dari APBD Nunukan dan dana transfer pusat.

Bagikan
Sumber: radartarakan.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks