Pencarian

Insentif Motor Listrik Mandek, Alva Dorong Insentif Non-Fiskal untuk Percepat Adopsi Massal

Kamis, 25 Juni 2026 • 09:44:31 WIB
Insentif Motor Listrik Mandek, Alva Dorong Insentif Non-Fiskal untuk Percepat Adopsi Massal
Penjualan motor listrik Alva meningkat meski insentif pemerintah belum jelas.

KALIMANTAN UTARA — Program subsidi motor listrik dari pemerintah kembali menemui jalan buntu pada tahun ini. Setelah sempat berjalan di periode sebelumnya, kepastian kelanjutan regulasi insentif masih menggantung hingga kini. Kondisi ini menimbulkan kebimbangan di kalangan konsumen yang berniat beralih ke kendaraan bebas emisi.

Penjualan Alva Justru Meningkat Tanpa Subsidi

Menanggapi situasi tersebut, Chief Marketing Officer (CMO) Alva, Putu Yudha atau yang akrab disapa Adit, angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap motor listrik di lapangan tetap tumbuh meskipun insentif belum jelas.

“Lesson learned buat kita adalah dengan edukasi yang konsisten, tepat, lalu dengan produk yang memang tepat, jaringan after sales, demand-nya terjadi sebenarnya. Bahkan, kita bisa menjual lebih banyak tanpa ada insentif,” ujar Adit, Selasa (23/6/2026).

Menurut catatan internal perusahaan, performa penjualan Alva justru lebih tinggi ketika insentif belum diturunkan, dibandingkan dengan periode saat subsidi dari pemerintah mengalir penuh. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kecocokan utilitas produk dengan karakter masyarakat Indonesia lebih menentukan untuk mencapai adopsi massal.

Usulan Kebijakan Non-Fiskal untuk Pemerintah

Alva memahami bahwa pemerintah memiliki banyak pertimbangan dalam merumuskan program insentif, terutama yang berkaitan dengan porsi fiskal negara. Oleh karena itu, Adit mengusulkan agar pemerintah mulai melirik bentuk stimulus lain di luar bantuan modal atau potongan harga langsung.

“Mungkin kalau dari kita, bisa juga bentuk insentif itu berupa kebijakan yang lain sih sebenarnya. Kebijakan non-fiskal itu seperti apa,” kata Adit.

Beberapa langkah non-fiskal yang bisa dipertimbangkan lintas kementerian, seperti Kementerian ESDM, PLN, dan Kementerian Perindustrian, antara lain adalah kemudahan regulasi bagi pabrikan untuk berinvestasi di bisnis penyediaan charging station.

Selain itu, stimulus berupa fasilitas bagi pengguna motor listrik di tempat umum juga dinilai efektif. Misalnya, penyediaan slot parkir khusus yang dilengkapi soket pengisian daya di area perkantoran atau pusat perbelanjaan, hingga perluasan insentif keringanan pajak daerah.

Kunci Pertumbuhan: Produk Tepat dan Ekosistem Pendukung

Adit menambahkan bahwa meskipun insentif belum menemui titik terang, pertumbuhan permintaan pasar terhadap motor listrik di lapangan tetap terjadi. Kuncinya ada pada ketepatan produk, edukasi yang konsisten, serta kesiapan ekosistem pendukung seperti jaringan pengisian daya (charging station).

Bagi Alva, ketersediaan insentif dari pemerintah merupakan kabar baik. Namun, untuk menuju tahap adopsi massal, faktor kecocokan utilitas produk dengan karakter masyarakat Indonesia jauh lebih menentukan. Dengan usulan kebijakan non-fiskal ini, Alva berharap pemerintah dapat menciptakan ekosistem yang lebih mendukung percepatan elektrifikasi di Tanah Air.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks