NUNUKAN — Musyawarah Daerah (Musda) VI Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kabupaten Nunukan resmi digelar pada Minggu (7/6/2026) di Cafe 93. Forum yang berlangsung khidmat ini dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen keluarga besar KKSS Nunukan.
Apa yang Dibahas dalam Musda VI KKSS Nunukan?
Ketua KKSS Kabupaten Nunukan, AKBP (Purn) Alyadi, menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Forum ini menjadi denyut nadi organisasi untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan, mengidentifikasi pekerjaan yang belum tuntas, serta menyusun peta kekuatan organisasi ke depan.
"Melalui Musda ini, kita mengevaluasi apa yang telah dikerjakan, apa yang belum tuntas, serta apa yang harus diperbaiki bersama. Forum ini juga menjadi wadah untuk menyusun peta kekuatan organisasi, arah kebijakan, dan program kerja KKSS Kabupaten Nunukan untuk lima tahun ke depan," ujar Alyadi dalam sambutannya.
Pemilihan Ketua Baru Jadi Agenda Krusial
Salah satu agenda utama Musda VI adalah memilih pemimpin baru yang akan mengemban amanah organisasi. Alyadi berharap sosok yang terpilih nantinya mampu membawa KKSS semakin solid, bermartabat, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Keputusan, kata dia, harus lahir melalui proses musyawarah yang jernih, objektif, dan penuh tanggung jawab.
KKSS Nunukan: Bukan Sekadar Wadah Silaturahmi
Alyadi menekankan bahwa keberadaan warga Sulawesi Selatan yang tergabung dalam KKSS di Kabupaten Nunukan harus menjadi pelopor dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi ini, lanjutnya, harus terus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bugis-Makassar seperti Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge' sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.
"KKSS harus terus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bugis-Makassar seperti Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge' sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi," tegasnya.
Sempat Tertunda, Akhirnya Terlaksana Berkat Kerja Keras Panitia
Alyadi mengungkapkan bahwa pelaksanaan Musda tahun ini sempat mengalami beberapa kali penundaan. Namun berkat komitmen, kerja keras, dan kebersamaan seluruh pihak, kegiatan akhirnya dapat terlaksana dengan baik meskipun menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi material maupun finansial.
Ia pun memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pengurus KKSS Nunukan yang telah bekerja keras mempersiapkan acara tersebut. Menutup sambutannya, Alyadi mengajak seluruh peserta menjadikan Musda sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kekeluargaan.
"Marilah kita melaksanakan Musda ini dengan niat ibadah, hati yang bersih, dan semangat kekeluargaan. Jauhkan perdebatan yang memecah belah dan kedepankan musyawarah yang mempersatukan. Semoga KKSS Nunukan semakin maju, berwibawa, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutup Alyadi.