KALIMANTAN UTARA — Bantahan itu disampaikan Dedi saat berada di Kota Cirebon, dalam perjalanan menuju Indramayu usai menghadiri kegiatan Kemendagri di Yogyakarta. Ia menyoroti unggahan di media sosial yang menuduhnya menggunakan dana bank bjb untuk memberikan bonus kepada Persib.
“Nilai yang diambil dari bank bjb sebesar Rp800 juta merupakan uang dari tabungan pribadi saya yang ada di rekening bjb. Tabungan itu berasal dari penghasilan yang saya miliki dan juga hasil penjualan sapi,” jelas Dedi dalam pernyataannya, Senin (15/4).
Proses Transparan: Rp800 Juta dari Rekening, Rp200 Juta dari Rumah
Dedi mengaku sengaja mempublikasikan proses pengambilan dana melalui kanal YouTube dan akun media sosial pribadinya. Dalam tayangan tersebut, ia memperlihatkan penarikan Rp800 juta dari rekening pribadinya di bank bjb.
“Kalau dituduh uangnya bersumber dari bank bjb atau hasil jual anak sapi, silakan dicek saja. Nanti bisa dilihat apakah ada uang masuk Rp1 miliar dari bjb seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Total bonus Rp1 miliar itu berasal dari Rp800 juta yang ditarik dari rekening, ditambah Rp200 juta yang sudah dibawa dari rumah. Dedi menegaskan tidak ada dana institusi yang digunakan.
99 Persen Warganet Tak Percaya Isu, Dedi Pilih Memaafkan
Meski menjadi sasaran tudingan, Dedi mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia bahkan menyebut mayoritas warganet tidak mempercayai informasi yang beredar.
“Saya melihat hampir 99 persen warganet tidak mempercayai berita bohong tersebut,” katanya.
Dedi berharap pihak yang menyebarkan informasi tidak benar segera sadar. Ia memilih untuk memaafkan dan tidak menyimpan dendam.
“Semoga yang membuat berita bohong ini segera disadarkan. Saya memaafkan, karena mungkin itu memang pekerjaannya setiap hari,” pungkasnya.
Usai meluruskan isu tersebut, Dedi melanjutkan agenda kerja dengan meresmikan pabrik di Indramayu yang disebut akan menyerap ribuan tenaga kerja. “Kami berharap pabrik-pabrik di Jawa Barat terus beroperasi agar warga Jabar memiliki kesempatan bekerja,” tegasnya.