KALIMANTAN UTARA — Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) merilis data ekspor dan penjualan domestik periode Januari–Maret 2026 pada pekan ini. Angka ekspor CBU menunjukkan pertumbuhan signifikan dibanding kuartal I 2025, menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi global untuk roda dua.
Volume Ekspor CBU Maret Anjlok, Tapi Akumulasi Kuartal I Tetap Hijau
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total ekspor sepeda motor dalam bentuk utuh mencapai 159.582 unit. Rinciannya: Januari 52.924 unit, Februari 57.688 unit, dan Maret 48.970 unit. Penurunan bulanan di Maret sebesar 15,1% dibanding bulan sebelumnya merupakan pola musiman yang kerap terjadi.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, terjadi kenaikan 24.807 unit atau tumbuh 18,41%. Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa permintaan pasar global terhadap produk roda dua buatan Indonesia masih kuat.
Ekspor CKD dan Komponen Juga Masif, Rantai Pasok Global Terjaga
Selain unit utuh, Indonesia juga mengirimkan sepeda motor dalam bentuk terurai (CKD) dalam volume besar. Data AISI mencatat pengiriman CKD sebanyak 673.703 unit pada Januari, 636.576 unit pada Februari, dan 488.279 unit pada Maret. Total komponen atau suku cadang yang diekspor sepanjang kuartal pertama 2026 mencapai 35.907.335 unit.
Angka ini menunjukkan kapasitas produksi dalam negeri tidak hanya untuk perakitan lokal, tetapi juga memasok pabrik perakitan di negara lain. Rantai pasok yang kuat ini memperkuat daya saing Indonesia di industri sepeda motor global.
Penjualan Domestik Maret 2026 Anjlok 23,56%, Efek Hari Kerja
Di pasar dalam negeri, total penjualan motor pada Januari–Maret 2026 mencapai 1.614.091 unit. Angka ini tumbuh 4,11% dibanding kuartal I 2025 yang tercatat 1.683.212 unit. Namun, jika dilihat bulanan, terjadi penurunan drastis pada Maret 2026: hanya 448.974 unit terjual, turun 23,56% dari 587.354 unit di Februari.
Penurunan ini disebut AISI sebagai faktor musiman, terutama jumlah hari kerja yang lebih sedikit di bulan Maret. Meski begitu, proyeksi tahunan tetap optimistis. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, sebelumnya menyatakan bahwa dukungan lembaga pembiayaan akan menjadi pendorong utama realisasi penjualan di tengah dinamika geopolitik global.
Skutik Masih Dominasi Pasar, Motor Listrik Belum Tembus 1%
Meski data segmen spesifik untuk kuartal I 2026 belum dirilis, tren tahun sebelumnya menunjukkan skutik masih menjadi primadona. Berdasarkan data Januari 2025, segmen skutik menguasai 91,7% permintaan motor baru. Motor underbone menyusul dengan 4,46%, tipe sport 3,51%, dan sepeda motor listrik masih di bawah 1%.
Dominasi skutik mencerminkan preferensi konsumen Indonesia yang mengutamakan kepraktisan untuk mobilitas perkotaan. AISI memproyeksikan pasar domestik 2026 akan stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, dengan mempertimbangkan faktor pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan kondisi cuaca.