Pencarian

Wabup Nunukan Hermanus Resmikan Dapur MBG di Sembakung Atulai, Targetkan Pencegahan Stunting di Pedalaman

Jumat, 05 Juni 2026 • 19:12:01 WIB
Wabup Nunukan Hermanus Resmikan Dapur MBG di Sembakung Atulai, Targetkan Pencegahan Stunting di Pedalaman
Wakil Bupati Nunukan Hermanus meresmikan dapur MBG di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai.

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai mengoperasikan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sembakung Atulai. Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Hermanus di Desa Pagaluyon, yang menjadi lokasi sentra produksi makanan bergizi bagi masyarakat pedalaman.

Program ini tidak hanya menyasar anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat. Kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi prioritas penerima manfaat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi daerah untuk menekan angka stunting yang kerap menghambat kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.

Mengapa Dapur Ini Penting untuk Sembakung Atulai?

Kecamatan Sembakung Atulai dikenal sebagai kawasan yang cukup terpencil dengan akses terbatas ke pusat layanan kesehatan dan gizi. Dengan beroperasinya dapur MBG, pemerintah ingin memastikan kelompok rentan di desa-desa terpencil tetap mendapatkan asupan bergizi secara rutin.

“Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup akan tumbuh lebih sehat dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik. Begitu juga ibu hamil dan balita yang menjadi kelompok penting dalam pencegahan stunting,” kata Hermanus dalam sambutannya.

Standar Operasional: Bahan Baku hingga Kebersihan Dapur

Usai meninjau langsung proses pengolahan makanan, Hermanus menilai sistem yang diterapkan sudah berjalan cukup baik. Namun ia mengingatkan agar kualitas bahan baku, kebersihan, serta standar gizi tetap menjadi prioritas utama dalam operasional dapur sehari-hari.

“Kita ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena tujuan akhirnya bukan hanya menyediakan makanan, tetapi menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Dampak Jangka Panjang untuk Generasi Emas 2045

Wabup Hermanus menekankan bahwa persoalan gizi tidak berdiri sendiri. Menurutnya, asupan gizi yang buruk akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan produktivitas masyarakat di masa depan. Program MBG dinilai sejalan dengan target nasional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia berharap pengelolaan dapur dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat program ini bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Sembakung Atulai, bukan sekadar proyek seremonial belaka.

Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks