BULUNGAN — Kewaspadaan terhadap Flu Singapura atau HFMD perlu ditingkatkan di Kalimantan Utara, terutama pada kelompok anak-anak yang paling rentan terinfeksi. Kepala Dinkes Kaltara Usman menjelaskan, penyakit ini ditandai dengan munculnya sariawan di mulut serta ruam atau lepuhan di telapak tangan dan kaki.
Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Usman menerangkan, gejala awal HFMD biasanya dimulai dengan demam, sakit tenggorokan, tubuh lemas, dan penurunan nafsu makan. Setelah itu, sariawan yang terasa nyeri di dalam mulut serta ruam di telapak tangan dan kaki mulai muncul.
“Jika anak mengalami gejala ini tentu sebaiknya segera beristirahat yang cukup agar tubuh mampu melawan infeksi dan mempercepat proses pemulihan,” ujar Usman, Kamis (4/6/2026).
Penularan Lewat Percikan Air Liur dan Mainan
Virus penyebab Flu Singapura menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, kontak dengan benda yang telah terkontaminasi, seperti mainan, gelas, alat makan, dan barang pribadi yang digunakan bergantian, juga menjadi media penularan utama.
Dinkes Kaltara menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk memutus rantai penularan. Orang tua diminta rutin membersihkan mainan dan benda yang sering disentuh anak-anak.
Risiko Dehidrasi Akibat Sariawan
Salah satu risiko utama pada anak yang terinfeksi HFMD adalah dehidrasi. Sariawan yang muncul sering kali menyebabkan rasa nyeri saat makan atau menelan, sehingga anak enggan minum dan makan.
“Pastikan anak banyak minum air putih. Berikan juga makanan yang lembut dan mudah ditelan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama proses penyembuhan,” jelas Usman.
Langkah Pencegahan: Cuci Tangan dan Hindari Berbagi Alat Makan
Dinkes Kaltara mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan paling efektif. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah beraktivitas menjadi kebiasaan yang harus dibiasakan.
Kebiasaan berbagi alat makan, alat minum, maupun barang pribadi sebaiknya dihindari karena dapat menjadi media penularan virus. “Pencegahan yang paling efektif adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan menerapkan PHBS setiap hari, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dari penyebaran HFMD,” pungkasnya.