KALIMANTAN UTARA — Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Arsenal tak membiarkan euforia juara Premier League mengendurkan fokus mereka. The Gunners langsung menyusun rencana belanja pemain untuk musim depan, dengan dua nama besar mencuat sebagai target utama.
Mikel Arteta dikabarkan menginginkan tambahan amunisi di lini serang. Dua profil berbeda masuk daftar: Morgan Rogers yang fleksibel dan Julian Alvarez yang dianggap sebagai pembeda level Eropa.
Morgan Rogers: Opsi Fleksibel dari Aston Villa
Penyerang Aston Villa berusia 23 tahun itu kini masuk pemantauan serius Arsenal. Kemampuannya bermain di sisi kiri maupun tengah membuatnya cocok dengan kebutuhan taktik Arteta.
Laporan dari BBC menyebutkan bahwa Rogers menjadi target transfer yang semakin konkret. Fleksibilitasnya menjadi nilai jual utama, apalagi pemain tersebut dikabarkan terbuka terhadap kemungkinan pindah ke Emirates Stadium.
Jika negosiasi berjalan lancar, Rogers bisa menjadi tambahan yang memperkaya opsi serangan Arsenal. Usianya yang masih muda juga sejalan dengan strategi jangka panjang klub.
Julian Alvarez: Mimpi Besar yang Tak Mudah Diwujudkan
Meski Rogers masuk daftar incaran, nama Julian Alvarez tetap menempati posisi teratas. Striker Atletico Madrid itu dianggap sebagai sosok yang bisa langsung meningkatkan kualitas lini depan secara signifikan.
Pengalaman Alvarez bermain di level tertinggi Eropa menjadi nilai tambah yang sangat dihargai Arteta. Namun, upaya mendatangkannya tidak akan berjalan mulus.
Atletico Madrid enggan kehilangan pemain penting mereka. Barcelona juga dikabarkan ikut memantau situasi striker asal Argentina tersebut, menambah persaingan yang sudah ketat.
Strategi Ganda Arsenal di Bursa Transfer
Langkah Arsenal menunjukkan pendekatan realistis. Rogers menjadi opsi yang lebih mungkin direalisasikan, sementara Alvarez tetap menjadi target premium yang membutuhkan negosiasi rumit.
Gelar Premier League musim ini memberi Arsenal kepercayaan diri dan daya tarik lebih di mata pemain incaran. Namun, persaingan dengan klub-klub Eropa lainnya tetap menjadi tantangan tersendiri.
Keputusan akhir akan bergantung pada kemampuan manajemen dalam bernegosiasi dan kesediaan pemain untuk bergabung. Satu hal yang pasti: Arsenal tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu dengan datang terlambat di bursa transfer.