KALIMANTAN UTARA — Media sosial membuat sejumlah destinasi di Riau makin mudah ditemukan wisatawan. Dari danau berwarna toska di Pekanbaru sampai sungai diapit tebing di Kampar, semuanya bisa dijangkau untuk perjalanan akhir pekan. Berikut lima tempat yang ramai dibicarakan belakangan ini.
Riau punya modal alam yang selama ini luput dari radar wisatawan. Foto dan video perjalanan yang dibagikan di media sosial perlahan mengubah itu, memperkenalkan tempat-tempat yang dulu sepi jadi tujuan akhir pekan.
Sebagian besar destinasi berada di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, jadi relatif terjangkau untuk warga lokal. Berikut daftarnya.
Danau Tosca di kawasan Panorama Alam Impian Pa Ali, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, jadi primadona karena warna airnya yang hijau toska. Pepohonan rindang di sekeliling danau membuat pemandangannya makin menarik untuk difoto.
Aktivitas paling dicari di sini adalah menaiki kano transparan. Pengunjung bisa menikmati danau sekaligus mengabadikan momen dari atas perahu.
Riau Pos pada Desember 2025 melaporkan tempat ini mulai ramai dibicarakan di media sosial. Pengelola mencatat lonjakan pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru, dari sekitar 300–400 orang per hari menjadi lebih dari 1.000 orang. Danau Tosca juga masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2026 kategori destinasi kreatif.
Ulu Kasok di Kecamatan XIII Koto Kampar menawarkan panorama dari ketinggian. Dari puncak bukit, pengunjung melihat gugusan bukit kecil di tengah hamparan air Waduk PLTA Koto Panjang, pemandangan yang membuatnya dijuluki Raja Ampat-nya Riau.
Waktu terbaik datang adalah pagi atau sore, saat cahaya matahari menyinari permukaan danau. Tempat ini makin dikenal lewat konten perjalanan blogger dan kreator wisata, salah satunya tulisan Ines Yolanda di IndoConnect pada Mei 2026 yang menyebut Ulu Kasok cocok untuk menikmati alam jauh dari keramaian kota.
Dari Pekanbaru, perjalanan butuh sekitar dua sampai dua setengah jam tergantung kondisi lalu lintas. Untuk mencapai titik pandang di atas bukit, pengunjung perlu berjalan kaki atau memakai jasa transportasi lokal.
Sungai Gulamo di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, dijuluki Green Canyon-nya Riau. Tebing batu tinggi mengapit aliran sungai berwarna hijau, berpadu pepohonan rindang dan bebatuan alami.
Untuk sampai ke lokasi utama, pengunjung harus naik perahu motor dari kawasan Danau PLTA Koto Panjang. Perjalanan menyusuri danau jadi bagian dari pengalaman sebelum memasuki sungai yang diapit tebing, dengan pemandangan air terjun kecil di sepanjang jalur.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar memasukkan Gulamo sebagai destinasi alam unggulan. Karena aksesnya lewat perahu, pengunjung disarankan memakai jasa pemandu atau pengelola lokal dan memperhatikan kondisi cuaca serta debit air sebelum berangkat.
Taman Wisata Alam Buluh Cina di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, cocok bagi yang ingin suasana hutan dan satwa. Kawasan ini menyuguhkan hutan tropis, danau alami, serta pengalaman mengenal gajah Sumatera.
Kehadiran gajah jadi pembeda Buluh Cina dari destinasi lain di sekitarnya. Pengunjung bisa bersantai di sekitar danau sambil menikmati suasana alam.
Lima tempat di atas menunjukkan pola yang sama: alam Riau yang khas, ditambah konten media sosial, cukup untuk menarik kunjungan. Status nominasi Danau Tosca di Anugerah Pesona Indonesia 2026 dan masuknya Gulamo dalam daftar unggulan Disparbud Kampar memperkuat sinyal itu.
Bagi wisatawan, ini artinya pilihan akhir pekan makin beragam tanpa harus terbang jauh. Bagi pengelola, tantangannya justru menjaga kebersihan dan keamanan saat kunjungan melonjak.
Riau menyimpan kombinasi danau toska, panorama bukit, sungai bertebing, dan hutan satwa dalam jarak yang masih terjangkau dari Pekanbaru. Empat destinasi bisa jadi rute perjalanan akhir pekan, asal memperhatikan cuaca dan akses menuju lokasi.