DSP3APMD Tana Tidung Gelar Bimtek SIKS-NG dan Perlinsos, Tegaskan DTSEN Jadi Acuan Tunggal Bansos

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:02:01 WIB
Kepala DSP3APMD Tana Tidung M. Arief Prasetiawan membuka bimtek SIKS-NG dan Perlinsos.

TIDENG PALE — Kepala DSP3APMD Tana Tidung M. Arief Prasetiawan menyebut SIKS-NG dan Perlinsos merupakan program Kementerian Sosial yang saling berkaitan, meski berbeda dalam mekanisme akses dan pengelolaan data. Bimtek digelar untuk meningkatkan pemahaman aparat soal pendataan, verifikasi, sampai penetapan penerima bansos.

Mengapa SIKS-NG Disebut Lebih Tertutup

Arief menjelaskan, SIKS-NG membatasi akses hanya pada admin yang berwenang menginput atau mengunggah data warga. Pengelolaannya berjenjang, mulai dari desa, Dinas Sosial, hingga Kemensos.

"Bedanya, SIKS-NG lebih tertutup. Artinya, hanya admin yang bisa menginput atau mengunggah data masyarakat kita," terang Arief.

Di tingkat desa, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) berperan sebagai admin yang memasukkan data warga untuk diteruskan ke jenjang berikutnya.

Alur Verifikasi Data Warga Penerima Bansos

Setelah data diterima Kemensos, proses verifikasi berjalan. Data yang lolos verifikasi dikembalikan ke kabupaten untuk ditindaklanjuti lewat pengecekan lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Tahapan itu menentukan siapa warga yang benar-benar berhak menerima bantuan. Pendataan yang rapi disebut menjadi kunci agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

DTSEN Jadi Rujukan Tunggal Penyaluran Bantuan

Seluruh proses melalui SIKS-NG dan Perlinsos bermuara pada DTSEN. Data tunggal itu dipakai sebagai acuan penyaluran bantuan sosial, menggantikan rujukan data yang selama ini terpisah-pisah antarprogram.

Pemerintah pusat tengah membenahi sistem pendataan penerima bansos agar penyalurannya tidak salah sasaran. DSP3APMD Tana Tidung memilih menuntaskan pemahaman aparat desa dan pendamping sebelum perubahan sistem berjalan penuh.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: radartarakan.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top