Dana Film Taiwan-Jepang Daily Capital Diluncurkan di TIFFCOM Tokyo

Penulis: Indra Firmansyah  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:07:01 WIB
Peluncuran Dana Film Taiwan-Jepang Daily Capital berlangsung pada pembukaan TIFFCOM di Tokyo.

KALIMANTAN UTARA — Daily Capital resmi diluncurkan pada hari pembukaan pasar Tokyo International Film Festival, TIFFCOM, lewat acara "Taiwan Originals: Project Showcase". Dana yang menyasar proyeksi kerja sama film dan televisi Taiwan-Jepang ini menargetkan penggalangan NT$100 juta atau sekitar US$3,1 juta untuk sedikitnya lima proyek dalam dua tahun pertama. Pendiri Daily Capital, Chang Chen-yu, menyebut pendanaan sudah mencapai 70 persen dari target dan operasional diperkirakan mulai berjalan pada akhir tahun.

Chang Chen-yu menjelaskan bahwa nama "Daily" dipilih untuk mencerminkan gagasan bahwa kemajuan berarti dibangun lewat usaha harian. Peluncuran dana dilakukan di ajang yang mempertemukan pelaku industri Taiwan dengan pasar Jepang, tepat saat TIFFCOM membuka pintunya.

Apa Saja yang Dibiayai Daily Capital

Daily Capital memfokuskan investasi pada proyek film, serial televisi, dan animasi. Chang menyatakan nominal investasi akan menyesuaikan skala dan kebutuhan tiap proyek, dengan dana biasanya masuk pada tahap pengembangan atau praproduksi.

Selain menyuntik modal, dana ini ikut membantu diskusi naskah dan menyusun tim kreatif inti. Chang menargetkan periode pengembalian modal utama bisa dijaga dalam tiga tahun.

Mitra Jepang: K2 Pictures dan Remow

Di Jepang, Daily Capital telah menetapkan K2 Pictures dan Remow sebagai mitra co-development. K2 Pictures didirikan produser Kii Muneyuki dan menaungi sineas seperti Iwai Shunji, Miike Takashi, Nishikawa Miwa, serta Kore-eda Hirokazu.

Remow didukung sejumlah perusahaan hiburan dan media Jepang, termasuk Shueisha, Toei, Amuse, Shochiku, TBS Holdings, dan Fuji Media Holdings. Dukungan itu memberi akses ke pustaka kekayaan intelektual serta jaringan distribusi yang sudah mapan.

Proyek Pertama: Love Ends in Bloom

Investasi perdana yang diumumkan adalah serial "Love Ends in Bloom". Drama 10 episode ini berlatar Chiayi dan Alishan era 1930-an, mengikuti seorang geisha Jepang yang menyusun skema pernikahan lintas batas untuk menyelamatkan ibunya, lalu terjerat romansa terlarang dengan seorang taipan kayu Taiwan.

Kisahnya berlangsung pada masa kolonial Jepang (1895-1945), saat industri kayu cypress Taiwan berkembang pesat, dan melihat era itu dari sudut pandang perempuan Jepang. Naskah ditulis Juliana Hsu, yang sebelumnya menggarap drama periode "Gold Leaf", dengan Sun Jie-heng sebagai sutradara.

Proyek ini berakar dari kepulangan Chang ke kampung halamannya di Chiayi pada 2023. Saat itu stasiun kereta sedang direnovasi dan memantik refleksinya soal sejarah kehutanan serta perkeretaapian kota tersebut.

Jadwal Produksi dan Target Pasar

"Love Ends in Bloom" dijadwalkan mulai syuting pada Februari 2027 dengan target rilis pertengahan 2028. Daily Capital memadukan kekayaan intelektual dan pengetahuan produksi Jepang dengan pengalaman pembiayaan serta co-production Taiwan.

Dana ini juga akan memanfaatkan insentif produksi lokal dan jaringan distribusi untuk menjangkau penonton di luar pasar berbahasa Jepang dan Mandarin. Chang menyebut keberhasilan akan diukur dari apakah proyek-proyeknya sampai ke broadcaster Jepang, platform regional, dan streamer global sesuai proyeksi pengembalian.

Hasil tersebut, kata Chang, bisa membantu Daily Capital menghimpun dana kedua yang lebih besar untuk co-production Taiwan-Jepang dan Asia secara lebih luas.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top