HWA Siapkan Reinkarnasi Mercedes-Benz 124 AMG Hammer, Pakai Teknologi Modern

Penulis: Hendri Saputra  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 16:09:01 WIB
HWA mengonfirmasi proyek restomod Mercedes-Benz W124 "AMG Hammer" melalui teaser di Instagram.

KALIMANTAN UTARA — HWA mengonfirmasi proyek restomod Mercedes-Benz W124 "AMG Hammer" melalui teaser di Instagram, melanjutkan langkah serupa setelah HWA Evo berbasis 190E. Reinkarnasi ini menyasar salah satu mobil paling ikonik dalam sejarah AMG sebagai tuner independen sebelum resmi bergabung dengan Mercedes-Benz. Detail powertrain belum diumumkan, tetapi HWA menyebut informasi lanjutan akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan.

Perusahaan rekayasa asal Jerman, HWA, membuka kartu soal proyek terbaru mereka lewat unggahan di Instagram. Setelah menggarap HWA Evo yang merupakan reinkarnasi Mercedes-Benz 190E, HWA kini mengarahkan perhatian ke W124 generasi E-Class yang dikenal dengan julukan "Hammer".

Pengumuman disampaikan langsung melalui akun resmi HWA. Perusahaan menyebut proyek ini sebagai kelanjutan dari warisan rekayasa mereka, dengan pendekatan yang memadukan karakter asli mobil dan teknologi kekinian.

Jejak AMG Sebelum Menjadi Bagian Mercedes-Benz

W124 Hammer lahir pada era 1980-an ketika AMG masih beroperasi sebagai rumah modifikasi independen. Nama Hammer melekat berkat akselerasi brutal dari mesin V-8 besar yang ditanam di balik kap mesin sedan keluarga tersebut.

Bagi banyak penggemar, mobil inilah yang mendefinisikan identitas AMG. Sebelum pabrikan asal Affalterbach itu diakuisisi Mercedes-Benz dan menjadi divisi performa resmi, Hammer sudah lebih dulu membuktikan bahwa sedan eksekutif bisa diubah menjadi mesin pacu.

HWA sendiri didirikan oleh Hans Werner Aufrecht, salah satu pendiri AMG. Inisial namanya menjadi asal-usul singkatan HWA, sehingga proyek ini secara historis masih berada dalam garis keturunan yang sama.

Siluet W124 dengan Sentuhan Lampu LED

Dari teaser yang beredar, bentuk bodi yang tampak memang mengikuti siluet W124 Hammer original. Perbedaan paling kentara ada pada elemen pencahayaan, dengan lampu depan dan belakang yang sudah mengadopsi LED.

Pendekatan serupa diterapkan HWA saat menggarap Evo. Tujuannya menjembatani desain klasik dengan kebutuhan teknis masa kini, tanpa menghilangkan karakter visual yang membuat mobil aslinya dikenali.

HWA menuliskan bahwa proyek ini tetap setia pada akar aslinya sambil mengeksplorasi kemungkinan teknologi modern. "Sebuah ide yang familier mengambil bentuk yang sepenuhnya baru," demikian pernyataan HWA dalam unggahan tersebut.

Mesin V-8 Masih Jadi Teka-teki

HWA belum membocorkan apa pun soal dapur pacu. Sebagai pembanding, HWA Evo memakai mesin V-6 turbocharged. Untuk Hammer, ekspektasi publik mengarah pada V-8, mengingat mesin itulah yang membuat versi originalnya mendapat julukan Hammer.

Road & Track sudah menghubungi HWA untuk meminta keterangan lebih lanjut. Jawaban yang diterima menyebut informasi tambahan akan dirilis dalam beberapa pekan mendatang, tanpa memberi petunjuk arah teknis apa pun.

Ketidakpastian ini wajar mengingat posisi Hammer sebagai mobil penentu reputasi AMG. Salah memilih konfigurasi mesin berisiko merusak ekspektasi penggemar yang mengenal mobil ini dari suara dan tenaga V-8-nya.

Pasar Restomod Makin Ramai

Langkah HWA menambah panjang daftar proyek restomod yang menyasar mobil-mobil ikonik era 1980-an dan 1990-an. Segmen ini tumbuh karena pembeli mampu membayar harga premium untuk kendaraan yang punya cerita sejarah kuat.

Bagi pasar Indonesia, model seperti W124 Hammer hanya bisa dinikmati lewat komunitas dan kolektor mobil klasik. Jumlah unit original di Tanah Air sangat terbatas, dan kondisi terjaganya menjadi incaran tersendiri di kalangan penghobi Mercedes-Benz lawas.

HWA belum menyebut berapa unit yang akan diproduksi maupun kisaran harganya. Pengumuman resmi diperkirakan menyusul dalam hitungan pekan, bersamaan dengan pembukaan periode pemesanan.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top