KALIMANTAN UTARA — Lepas E4 EV dibanderol Rp349 juta di Jakarta, selisih Rp39 juta dari Jaecoo J5 EV yang memuncaki penjualan mobil listrik nasional Januari-September 2026. Dua merek satu induk di Chery Group itu menempuh strategi berbeda: Lepas bertaruh pada citra elegan, Jaecoo menang lewat harga. Pertanyaannya, cukupkah keanggunan menebus selisih Rp39 juta itu di mata konsumen Indonesia?
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan 20 merek China mendistribusikan 132.172 unit hingga September 2026. Jaecoo menempati posisi kedua dengan 27.234 unit, sementara Neta di peringkat terbawah hanya mencatat 116 unit. Lepas belum masuk daftar 20 merek tersebut sama sekali.
Sepanjang Januari-September 2026, Jaecoo J5 EV terjual 26.635 unit dan memuncaki pasar mobil listrik nasional. Angka itu menempatkan J5 EV sebagai produk andalan Chery Group di Indonesia, jauh di atas saudaranya sendiri.
Lepas, yang diposisikan sebagai jenama kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) premium, belum tercantum dalam daftar penjualan 20 merek China versi Gaikindo. Kontras ini yang membuat perbandingan keduanya menarik untuk dibedah.
Lepas E4 EV dibanderol Rp349 juta di Jakarta. Selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), harganya sempat dipatok Rp339 juta — artinya ada ruang diskon Rp10 juta yang pernah dibuka pabrikan.
Dengan Jaecoo J5 EV sebagai pembanding langsung, selisih harga mencapai Rp39 juta. Di segmen mobil listrik yang sensitif harga, angka itu bukan perkara kecil. Pembeli di kelas ini biasanya membandingkan total biaya kepemilikan, bukan sekadar badge di kap mesin.
Lepas menggelar Global Elegant Lifestyle Week perdana di Wuhu, China, Minggu (18/10/2026) waktu setempat. Jenama NEV premium itu tetap bertumpu pada satu kata: elegan. Acara ini jadi panggung Lepas untuk menegaskan identitasnya di tengah pasar yang didominasi perang harga.
Strategi citra versus strategi harga memang bukan hal baru di industri otomotif. Namun ketika saudara satu induk berhasil menjual 26.635 unit dalam sembilan bulan, sementara Lepas belum masuk hitungan, pertanyaan soal efektivitas positioning itu wajar diajukan.
Lepas E4 EV masuk akal bagi pembeli yang mengutamakan identitas premium dan tidak terlalu sensitif pada selisih puluhan juta rupiah. Posisi elegan yang dibangun lewat Global Elegant Lifestyle Week memberi pembeda dari merek China lain yang berlomba di harga.
Sebaliknya, bagi pembeli yang menghitung nilai per rupiah, Jaecoo J5 EV masih pilihan lebih rasional. Rekam jejak 26.635 unit dalam sembilan bulan adalah bukti pasar yang tidak bisa dibantah, sementara Lepas masih harus membuktikan diri di Indonesia.