TBS Energi Utama Gandeng BlackRock, Siap Ekspansi Limbah di Asia

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:38:01 WIB
PT TBS Energi Utama menggandeng HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, untuk investasi hingga S$555 juta ke bisnis pengelolaan limbah SBTH Asia Holdings.

KALIMANTAN UTARA — PT TBS Energi Utama Tbk menggandeng HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, untuk investasi hingga S$555 juta ke bisnis pengelolaan limbah SBTH Asia Holdings. Kemitraan ini menandai masuknya modal global ke lini usaha yang kini jadi penggerak utama transformasi perseroan.

Paragraf pembuka: Nilai investasi itu ditanam secara bertahap melalui saham preferen baru yang diterbitkan SBTH Asia Holdings Pte. Ltd., induk usaha pengelolaan limbah TBS. Dana segar tersebut akan dipakai mempercepat pertumbuhan bisnis limbah, baik lewat jalur organik maupun akuisisi dan pengembangan usaha di kawasan Asia.

Direktur Utama sekaligus CEO TBS Dicky Yordan menegaskan posisi perseroan dalam skema kemitraan ini. TBS tetap memegang kendali atas lini bisnis limbah meski modal asing masuk.

"Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya S$555 juta ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami, sementara kami tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah kami," kata Dicky dalam pernyataannya, Rabu (21/10/2026).

Apa Isi Bisnis Limbah TBS

SBTH menaungi tiga perusahaan operasional yang tersebar di dua negara. Di Singapura, ada Cora Environment Pte. Ltd. yang bergerak di pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah, serta Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd. yang fokus pada limbah medis.

Sementara di Indonesia, SBTH memiliki PT Arah Environmental Indonesia yang menangani limbah medis, industri, dan rumah tangga. Kombinasi ini membuat bisnis limbah TBS menyentuh hampir seluruh mata rantai pengelolaan sampah, dari rumah tangga hingga fasilitas kesehatan.

Mengapa HPS Masuk Sekarang

Langkah HPS dinilai mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek bisnis pengelolaan limbah. Bagi TBS, masuknya modal ini sejalan dengan ambisi perusahaan bertransformasi menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan.

Bisnis limbah memang sedang naik kelas di portofolio TBS. Di tengah peralihan strategi perusahaan meninggalkan bisnis yang kurang ramah lingkungan, lini usaha ini menjelma jadi salah satu penggerak utama pendapatan perseroan.

Dampak ke Pasar dan Rencana Lanjutan

Dana tahap awal dan lanjutan akan disalurkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk peluang akuisisi di kawasan Asia. Bagi pelaku pasar, kemitraan dengan entitas yang bernaung di bawah BlackRock menjadi sinyal bahwa sektor pengelolaan limbah Indonesia dan regional kian dilirik investor institusi besar.

Bagi masyarakat, ekspansi ini berpotensi memperluas kapasitas pengolahan limbah medis dan industri di dalam negeri melalui Arah Environmental Indonesia. Kapasitas yang lebih besar berarti penanganan limbah berisiko tinggi bisa lebih terkendali.

Sejauh mana serapan dana S$555 juta itu akan terlihat dari tahapan investasi berikutnya. Yang jelas, TBS kini menggenggam modal global tanpa melepas kendali atas bisnis limbahnya.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top