TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menegaskan bahwa hibah lahan bukan sekadar prosesi administratif pengalihan aset daerah. Pemerintah provinsi menyiapkan fondasi kelembagaan pendidikan melalui aset seluas 30.000 meter persegi di kawasan Kota Baru Mandiri tersebut.
Lahan yang diserahkan ke Kemendikdasmen RI itu tercatat bernilai Rp980.320.800. Penandatanganan NPHD dan BAST dilakukan daring, dihadiri Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala dan Dirjen GTK Nunuk Suryani.
Zainal menyebut pembangunan sektor pendidikan sebagai investasi strategis bagi masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.
Kualitas guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hibah lahan diharapkan mendukung tersedianya fasilitas kelembagaan yang memadai untuk pengembangan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik di Kaltara.
"Penyerahan hibah ini bukan sekadar prosesi administratif pengalihan aset daerah, melainkan bentuk keseriusan kami dalam menyiapkan fondasi kelembagaan pendidikan yang kokoh. Kami berharap tanah ini dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan fasilitas kelembagaan yang representatif dan modern," ujar Zainal.
Gubernur menyoroti kesenjangan akses pendidikan antara kawasan perkotaan dan wilayah terluar. Ia menegaskan bahwa anak-anak di pedalaman, pulau-pulau terluar, hingga garis perbatasan harus mendapat kesempatan yang sama.
"Pemerataan kualitas pendidikan harus menjadi komitmen bersama. Kita harus memastikan bahwa anak-anak di kawasan perkotaan, pedalaman, pulau-pulau terluar, hingga garis perbatasan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang bermutu," tegasnya.
Kondisi geografis Kaltara yang luas dengan aksesibilitas terbatas membuat rentang kendali pelayanan pendidikan menjadi tantangan tersendiri. Zainal berharap pemerintah pusat memberikan perhatian melalui kebijakan dan dukungan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pemprov Kaltara mendorong Kemendikdasmen menindaklanjuti pembangunan kantor melalui perencanaan dan pengalokasian anggaran sesuai kewenangannya. Ke depan, Kantor GTK Kaltara diharapkan menjadi pusat pelatihan, pembinaan guru, dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Zainal A. Paliwang beserta jajaran Pemprov Kaltara atas dukungan dan kerja sama dalam memperkuat penyelenggaraan layanan pendidikan di Kalimantan Utara.
"Investasi pendidikan di Kaltara adalah investasi kedaulatan bangsa di benteng terdepan NKRI. Apabila pemerintah pusat dan daerah terus bergerak selaras, tantangan geografis tidak akan pernah menjadi penghalang bagi anak-anak perbatasan untuk meraih cita-citanya," tutur Zainal.
Gubernur menginstruksikan perangkat daerah terkait mengawal administrasi, pencatatan, dan tata kelola aset secara tertib, transparan, serta akuntabel. Penandatanganan daring itu juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara Hassanuddin serta Plt. Kepala BKAD Nurdin.