TARAKAN — Penilaian itu disampaikan Bustan usai menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Ia menyoroti dua hal sekaligus: ketatnya persaingan antarsekolah dan sikap peserta yang tidak melupakan rasa hormat kepada lawan.
Menurut Bustan, kompetisi basket antarpelajar bukan sekadar ajang mencetak angka. Olahraga beregu seperti ini, katanya, melatih kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga ritme permainan.
Bustan menyebut pertandingan antara SMP 1 dan sekolah lain berlangsung kompetitif. Meski demikian, ia menilai para peserta tetap menunjukkan sikap sportif sepanjang laga.
"Tadi secara kasatmata saya melihat hal yang sangat membanggakan. Saya lihat kompetisi yang sangat bagus, kompetitor antara SMP 1 yang ke SMP lainnya itu saya lihat ada ketat persaingan saya lihat tadi," ujarnya.
Sportivitas, lanjut Bustan, menjadi hal yang harus terus dijaga. Menurutnya, kemenangan tidak boleh membuat pemain melupakan sikap saling menghormati.
"Tim yang juara tapi tetap saya lihat menjunjung tinggi sportivitas, sportivitas yang sangat luar biasa. Ini hal yang patut terus dijaga," katanya.
Bustan menjelaskan, basket mengajarkan pemain bergerak dinamis dalam satu tim, bertahan, dan menjalankan peran masing-masing. Pola itu, menurutnya, membentuk kedisiplinan yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.
"Bagaimana satu tim ini bisa bergerak secara dinamis, kemudian bisa bertahan, mempertahankan ritme permainan, disiplin. Nah, ini kan tentu bisa menjadi hal yang positif," jelasnya.
Ia berharap pengalaman bertanding memberi dampak positif bagi perkembangan karakter peserta. Disiplin yang terbentuk lewat olahraga diharapkan berlanjut menjadi integritas saat mereka melanjutkan pendidikan.
"Bagi mungkin nanti setelah lulus SMP, kemudian masuk SMA tetap mempertahankan disiplin dan nanti mungkin arahnya kepada integritas," tuturnya.
Bustan menilai pembinaan olahraga pelajar perlu dukungan berkelanjutan agar kemampuan dan karakter atlet muda tumbuh bersamaan. Ia menyebut keterlibatan pemerintah daerah dan pihak swasta sebagai kunci.
"Saya yakin dan percaya insyaallah atlet-atlet yang sekarang ini terus akan berkembang. Dan ini perlu peran pemerintah, kolaborasi, ya, pemerintah provinsi Kalimantan Utara, pemerintah kota, kemudian bapak-bapak angkat, bapak-bapak asuh, ya, mungkin dari teman-teman sponsor," pungkasnya.
Borneo Law Fair XXV Basketball Competition sendiri digelar BEM Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan. Ajang ini menjadi ruang bagi pelajar SMP di Tarakan untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter lewat kompetisi.